alexametrics

BPJS TK Terus Dorong Program Desa Sadar Jaminan Sosial

loading...
BPJS TK Terus Dorong Program Desa Sadar Jaminan Sosial
Aktivitas di BPJS Ketenagakerjaan. Foto/SINDOnews
A+ A-
BLITAR - BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong program jaminan sosial kepada masyarakat desa melalui pembentukan Desa Sadar Jaminan Sosial. Pada 2017, sebanyak 276 desa terdaftar dan ditargetkan pada tahun ini akan dibentuk 200 desa sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

"Kami menargetkan tahun 2019, seluruh desa di Indonesia telah terdaftar mengikuti program Desa Sadar Jaminan Sosial," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto di sela-sela rangkaian peresmian Desa Sadar Jaminan Sosial di Desa Sukosewu dan Ampelgading, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018).

Agus menjelaskan, Program Desa Sadar Jaminan Sosial sendiri merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerja sama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa, agar lebih memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.



Dia mengatakan, kedua desa tersebut terpilih karena telah memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. "Diantaranya adalah telah terdaftarnya kepala desa dan perangkatnya pada program BPJS Ketenagakerjaan," paparnya.

Dia menambahkan, tujuan dibentuknya Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini agar masyarakat desa mengenal lebih dekat program-program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga menimbulkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial. "Selain itu, juga agar muncul kesadaran para perangkat desa untuk mensejahterakan masyarakatnya yang juga para pelaku ekonomi," katanya.

Agus menambahkan bahwa program ini juga sebagai upaya pemerataan kesejahteraan melalui perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat desa. "Desa sadar ini sebuah tindak nyata dari BPJS Ketenagakerjaan, dimana dalam hal ini juga dilakukan pembinaan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat desa akan pentingnya sebuah jaminan sosial dalam menghadapi risiko-risiko sosial yang dapat menimpa kita dimanapun dan kapanpun," katanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak