alexametrics

IHSG Berakhir Menghijau Sendirian Saat Bursa Asia Terkapar

loading...
IHSG Berakhir Menghijau Sendirian Saat Bursa Asia Terkapar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Rabu (11/7) ditutup berbalik menguat setelah sempat menyusut dalam sesi sebelumnya sepanjang hari ini. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Rabu (11/7/2018) ditutup berbalik menguat setelah sempat menyusut dalam sesi sebelumnya sepanjang hari ini. IHSG berakhir menguat tipis sebesar 11,60 poin atau setara 0,20% ke level 5.893,36 saat bursa Asia terkapar di zona merah.

IHSG pada sesi I perdagangan sempat turun 19,106 poin atau 0,325% menjadi 5.862,65 poin. Sementara, tadi pagi bursa Tanah Air tercatat di posisi 5.857,22 dengan penurunan sebesar 24,540 poin ketika kemarin ditutup pada level 5.881,76.

Sektor saham hingga perdagangan sore variatif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 3,45% diikuti sektor pertambangan dengan tambahan 1,53%. Di sisi lain sektor yang melemah terdalam yakni perdagangan dengan kejatuhan mencapai 0,36%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,30 triliun dengan 9,17 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp431,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,25 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,69 triliun. Tercatat sebesar 194 saham menguat, 207 melemah dan 129 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp650 menjadi Rp17.550, PT Pollux Properti (POLL) melompat Rp305 ke posisi Rp920 serta PT Astra International Tbk. (ASII) menanjak Rp275 menjadi Rp6.625.

Saham-saham lain yang melemah yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 menjadi Rp70.575, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) lebih rendah Rp1.950 di level Rp18.550 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menyusut Rp200 menjadi Rp4.130.

Pasar Asia ditutup melemah tajam pada perdagangan, Rabu dengan sebagian besar indeks utama jatuh setelah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan daftar baru produk China yang bakal terkena tarif impor. Rilis daftar tambahan produk-produk asal China yang potensial terkena tarif tinggim impor yang diberlakukan AS senilai USD200 miliar.

Berbagai produk dalam daftar pemerintah AS akan dikenakan tarif 10%, menurut pernyataan dari Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, yang mengatakan bahwa pihaknya bakal melanjutkan dengan pengumuman resmi kepada publik sebelum pungutan secara resmi diberlakukan.

Pasar China menjadi paling terburuk terimbas daftar tersebut, dengan komposit Shanghai tenggelam mencapai sebesar 1,78% hingga ditutup pada level 2.777,20. Sebelumnya indeks telah ditutup lebih tinggi secara beruntun pada perdagangan Selasa, kemarin.

Komposit Shenzhen yang lebih kecil juga jatuh 1,96% pada sesi penutupan perdagangan tengah pekan hari ini. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong kehilangan 370,56 poin atau setara 1,29% menjadi 28.311,69 hingga perdagangan sore ketika sebelumnya anjlok hingga lebih dari 2%.

Sektor material memimpin kerugian di sore hari ini, dengan indeks sektor lainnya semua diperdagangkan lebih rendah. Selanjutnya pelemahan terlihat pada indeks Nikkei Jepang usai turun 1,19% di posisi 21.932,21 ketika beberapa saham cenderung sensitif di antaranya saham Honda Motor turun 1,04% dan Nissan menyusut 2,06%.

Di tempat lain, indeks Kospi turun tipis 0,59% karena eksportir Korea Selatan terpukul di tengah penurunan sebagian besar sektor. Tercatat Hyundai Motor jatuh 1,62% dan Samsung Electronics kehilangan 0,65%. Pasar saham Australia juga ambruk 0,68% dengan sektor energi, material dan utilitas mencatat penurunan terbesar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak