alexametrics

Rupiah Kembali Ditutup Tak Berdaya Lawan USD Saat Pounds Jatuh

loading...
Rupiah Kembali Ditutup Tak Berdaya Lawan USD Saat Pounds Jatuh
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Rabu (11/7/2018) ditutup kembali ditutup tak berdaya untuk mendekati level Rp14.400/USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Rabu (11/7/2018) ditutup kembali ditutup tak berdaya untuk mendekati level Rp14.400/USD. Pergerakan fluktuatif mata uang Garuda yang naik turun mengiringi penyusutan Poundsterling terhadap USD pada perdagangan tengah pekan ini.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berakhir menyusut pada level Rp14.380/USD atau terus tertekan dibanding penutupan sebelumnya Rp14.363/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.353 hingga Rp14.390/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp14.385/USD atau melemah dari penutupan kemarin Rp14.367/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.383-Rp14.393/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berada pada level Rp14.395/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah masih tak berdaya dari sebelumnya di level Rp14.363/USD.
 
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah masih berada pada jalur pelemahan di level Rp14.391/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah terus tergelincir dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.326/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling melemah karena para investor mencoba untuk mengukur apakah pengunduran diri dua menteri atas rencana Brexit Perdana Menteri Theresa May akan mempengaruhi kenaikan suku bunga yang diharapkan musim panas ini.

Sementara terhadap euro, tercatat poundsterling memperpanjang kenaikan, didorong oleh kelemahan dalam mata uang umum. Pounds menguat 0,2% pada posisi 88,35 saat melawan euro. Para pelaku pasar juga mempersiapkan lebih banyak data ekonomi apabila lebih baik dari perkiraan, dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak