alexametrics

Harga Minyak Menguat Imbas Aksi Mogok di Norwegia dan Irak

loading...
Harga Minyak Menguat Imbas Aksi Mogok di Norwegia dan Irak
Harga minyak menguat akibat pemogokan pekerja minyak di Norwegia dan Irak. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
LONDON - Harga minyak mentah dunia naik sekitar 1% karena aksi mogok pekerja minyak di Norwegia dan Irak, sehingga mengganggu pasokan. Melansir dari Reuters, Sabtu (14/7/2018), ratusan pekerja di rig minyak dan gas lepas pantai Norwegia melakukan mogok setelah menolak kesepakatan upah yang diusulkan.

Akibat pemogokan ini, lapangan minyak Knarr yang dimiliki Shell yang memproduksi 23.900 barel setara minyak per hari, terpaksa ditutup.

Sementara itu, di Irak, sekitar ratusan pengunjuk rasa menuntut pekerjaan dan layanan yang lebih baik kepada pemimpin Irak. Hal ini membuat pemerintah menutup akses ke pelabuhan Qasr Umm dekat kota Basra pada Jumat kemarin.

Dengan kondisi tersebut, ini menjadi penurunan produksi minyak berturut-turut selama dua minggu. Pasokan minyak juga masih diselimuti kekhawatiran soal sanksi ekspor minyak mentah Iran dan terus menurunnya pasokan dari Venezuela.

"Pasokan minyak dari Venezuela terus menurun, ditambah aksi mogok di Norwegia dan Irak mendorong sentimen bullish untuk minyak," kata analis energi senior di Interfax Energy di London, Abhisek Kumar.

"Terus menurun pasokan minyak dari Venezuela dan aksi mogok mendidih di Norwegia dan Irak mendorong sentimen bullish," kata Abhishek Kumar, analis energi senior di Interfax Energy di London.

Akibatnya harga minyak mentah patokan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) naik 68 sen atau 1% menjadi USD71,01 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent International menguat USD1,11 atau 1,5% ke level USD75,56 per barel.

Jika pasokan minyak di Venezuela terus menurun dan kekhawatiran pasar atas sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, beberapa kalangan menilai harga minyak mentah bisa menembus USD80 per barel. Terkait kekhawatiran ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington akan mempertimbangkan pemberian keringanan kepada beberapa pembeli minyak mentah Iran.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak