alexametrics

Petrokimia Gresik Suplai Pupuk Non-Subsidi ke APTR Rp1,2 Miliar

loading...
Petrokimia Gresik Suplai Pupuk Non-Subsidi ke APTR Rp1,2 Miliar
Penandatangan kesepakatan penjualan pupuk non-subsidi kepada APTR di Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto, Minggu (15/7/2018). Foto/Ashadi Iksan
A+ A-
GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PG) terus melakukan penetrasi pasar guna memperkuat pasar pupuk nonsubsidi. Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) itu siap menyuplai kebutuhan pupuk Asosiasi Petani Tebu
Rakyat (APTR).

Tidak tanggung-tanggung, asosiasi di lingkungan PT Perkebunan Nusantara X yang merupakan anggota holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) itu membutuhkan 278 ton pupuk nonsubsidi dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,2 miliar.

Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo mengatakan, kesepakatan itu ditandai dengan penyerahaan simbolis penjualan pupuk non-subsidi kepada APTR di Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto. Total rincian kebutuhan pupuknya terdiri; 163 ton ZA dan 115 ton NPK Kebomas 15-15-15.

"Ini merupakan sinergi untuk saling mendukung dan memperkuat bisnis di antara perusahaan BUMN, dalam hal ini adalah Petrokimia Gresik dengan PTPN X," ujarnya, Minggu (15/7/2018).



Di menjelaskan, pupuk nonsubsidi ZA dan NPK Kebomas akan dimanfaatkan petani tebu di bawah naungan sejumlah pabrik gula milik PTPN X. Di antaranya adalah Pabrik Gula Gempolkrep, Djombang Baru, Tjoekir, Lestari, Meritjan, Pesantren Baru, Ngadirejo, dan Modjopanggoong.

Meinu Sadariyo menambahkan, bila kerjasama itu merupakan peluang untuk memperluas dan memperkuat produk nonsubsidi di pasar domestik. Sisi lain, bagi PTPN X tentunya akan mendapat pupuk berkualitas, kontinuitas pasokan, dan tentunya harga yang kompetitif dari Petrokimia Gresik.

"Bagi kami, penguatan pasar nonsubsidi menjadi sangat relevan di tengah wacana pemerintah untuk mengalihkan subsidi pupuk. Untuk itu, menejemen tengah gencar memasarkan berbagai jenis pupuk non-subsidi, baik kepada korporasi maupun retail, serta berbagai produk pengembangan hasil riset lainnya," papar dia.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak