alexametrics

BPS Catat Maluku dan Papua, Daerah dengan Penduduk Miskin Tertinggi

loading...
BPS Catat Maluku dan Papua, Daerah dengan Penduduk Miskin Tertinggi
Kepala BPS Suhariyanto. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Maluku dan Papua sebagai pulau dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Indonesia. Tercatat angka kemiskinan di kedua wilayah tersebut sebesar 21,20% atau 1,5 juta orang dari total populasi.

Untuk penduduk miskin terendah ada di Pulau Kalimantan dengan persentase 6,09% atau 982 ribu orang dari total populasi.

"Namun dari sisi jumlah, sebagian penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa dengan angka 13,34 juta orang dari total populasi, tapi Papu juga masih tinggi," ujar Kepala BPS, Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (16/7/2018).

Jawa tercatat sebagai pulau dengan angka kemiskinan tertinggi secara jumlah penduduk yaitu sebanyak 13,34 juta orang dari populasi. Namun secara persentase, Jawa termasuk yang terendah yakni 8,94%.



Setelah Pulau Maluku dan Papua, Bali dan Nusa Tenggara berada di bawahnya dengan jumlah penduduk miskin tertinggi. Tercatat sebanyak 2,05 juta sebagai penduduk miskin berada di wilayah tersebut atau 14,02%.

Setelah Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi menyusul dibelakangnya dengan persentase 10,64%, dengan jumlah penduduk miskin 2,06 juta orang. Setelah Sulawesi, Pulau Sumatera mengikuti di belakangnya dengan persentase 10,39% dan jumlah penduduk 5,97 juta orang.

Sebagai informasi, BPS mencatat penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2018 mencapai 25,95 juta orang atau berkurang 633,2 ribu orang atau setara 9,82% secara persentase. Berbanding jumlah penduduk miskin pada September 2017 sebesar 26,58 juta orang atau 10,12%.

Kepala BPS Suhariyanto menerangkan, bahwa penurunan jumlah angka kemiskinan ini terjadi di kota dan desa. Dalam hal ini, penurunan angka kemiskinan di kota mencapai 7,02% dan di desa mencapai 13,20%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak