alexametrics

BI Bakal Ambil Kebijakan Strategis Hadapi Suku Bunga AS

loading...
BI Bakal Ambil Kebijakan Strategis Hadapi Suku Bunga AS
BI bakal ambil kebijakan strategis hadapi rencana kenaikan suku bunga AS. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal mengambil kebijakan strategis dalam mengantisipasi kebijakan Fed Fund Rate (FFR) yang berencana kembali naik. Langkah ini untuk menjaga fundamental ekononomi Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya selalu mengawasi pergerakan rupiah yang bakal terkena dampak FFR. Untuk itu, bank sentral bakal mereview beberapa kebijakan ekonomi.

"Kami terus stand nilai tukar agar stabil sesuai dengan fundamentalnya. Kita akan review, baik nominal maupun riilnya agar tetap sesuai fundamental dan bergerak stabil. Kalau terjadi fluktuasi, kami akan terus melakukan langkah intervensi ganda, baik di pasar valas atau di pasar sekunder," ujar Perry di Jakarta, Kamis (19/7/2018).



Dia melanjutkan, bahwa FFR dan perang dagang antara Amerika Serikat dan China membuat mata uang di beberapa negara mengalami pelemahan, termasuk Indonesia. Untuk itu, BI pun memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5,25%.

"The Fed diperkirakan melanjutkan kenaikan Fed Fund Rate (FFR). Ketegangan perdagangan antara AS dan China meningkatkan risiko di pasar keuangan global serta risiko keberlanjutan pemulihan ekonomi dunia. Berbagai perkembangan tersebut telah mendorong penguatan mata uang dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang dunia termasuk rupiah. Ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi juga mengakibatkan berlanjutnya pembalikan modal dari emerging market," jelasnya.

Perry menyebutkan rupiah pada 18 Juli 2018 tercatat Rp14.405 per USD, sedikit melemah 0,52% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Juni 2018. Dengan perkembangan ini, rupiah melemah 5,81% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2017, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara berkembang lain seperti Filipina, India, Afrika Selatan, Brasil dan Turki.

"Ke depan, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, serta menjaga bekerjanya mekanisme pasar dan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan. Kebijakan tetap ditopang oleh strategi intervensi ganda dan strategi operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas khususnya di pasar uang rupiah dan pasar swap antarbank," tegasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak