alexametrics

Sektor Hortikultura di Bumi Kepala Burung Makin Menggeliat

loading...
Sektor Hortikultura di Bumi Kepala Burung Makin Menggeliat
Sektor pertanian khususnya hortikultura di sekitar Kota Sorong semakin berkembang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Wilayah Sorong Raya, Provinsi Papua Barat, yang dulu dijuluki Kota Minyak pada zaman pendudukan Belanda kini tumbuh menjadi kota jasa dan pariwisata. Seiring geliat perekonomian di daerah tersebut, sektor pertanian di Sorong Raya pun semakin berkembang.

"Sektor pertanian khususnya hortikultura di sekitar Kota Sorong jadi ikut berkembang pesat seiring dengan membaiknya akses pemasaran ke Kota Sorong," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sorong Benyamin Halatu dalam siaran pers, Jumat (20/7/2018).

Menurut Bunyamin, saat ini di daerahnya telah  berkembang budidaya aneka sayuran seperti cabai, tomat, bayam, kangkung, bawang merah  dan buah-buahan seperti melon, semangka, pepaya dan buah naga.

"Untuk cabai dan sayuran daun, yang dulunya masih didatangkan dari luar Papua Barat, saat ini telah mampu dipasok petani lokal," tuturnya.



Hal ini dikarenakan di Kabupaten Sorong saat ini, sentra produksi cabai sudah tumbuh di beberapa distrik, antara lain Aimas, Maryat, Salawaty, Klamono dan Mayamuk dengan total luas yang ada saat ini lebih dari 300 hektare (ha).

"Harga cabai di sini bisa dikatakan stabil karena sudah mampu dipasok dari petani lokal secara rutin," sambung Bunyamin.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto saat monitoring lapangan mengaku senang dengan perkembangan pesat sektor hortikultura di Sorong.

"Untuk memenuhi kebutuhan cabai Kabupaten Sorong, sebenarnya cukup dengan 45-50 ha tanam. Namun kenyataan sekarang sudah mencapai lebih dari 300 ha sehingga produksinya mampu memasok pasar se-Sorong Raya yang meliputi Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat dan Maybrat," tutur Anton.

Para petani cabai di Sorong mengaku menanam cabai saat ini sangat menguntungkan. "Dari seperempat hektare tanaman cabai keriting, saya bisa untung bersih Rp90 juta," ujar Ahmad Zaini, petani eks transmigrasi di distrik Maryat. Petani lainnnya Sarimin bahkan mengaku bisa membeli mobil murni dari hasil panen cabai.

Kementerian Pertanian terus gencar menggiatkan penanaman aneka cabai ke seluruh Indonesia untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga. "Ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang secara khusus meminta agar menyelamatkan kelestarian tanah Papua yang menjadi salah satu tanah surga di Indonesia. Caranya yaitu dengan mengawal praktik budidaya yang ramah lingkungan," jelas Prihasto.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak