alexametrics

Maksimalkan Pelayanan, INAMPA Butuh Lebih Banyak Pandu Maritim

loading...
Maksimalkan Pelayanan, INAMPA Butuh Lebih Banyak Pandu Maritim
President INAMPA Pasoroan Herman Harianja. Foto/SINDOnews/Zailani Tanjung
A+ A-
MEDAN - Indonesian Maritime Pilots Association (INAMPA) membutuhkan lebih banyak maritime pilots atau pandu maritim sebagai bentuk komitmen menjadikan pandu maritim Indonesia sebagai world class maritime pilots. Hal itu sesuai dengan tagline INAMPA goes global with zero accident.

President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja memaparkan, setiap tahun INAMPA membutuhkan 200 pandu maritim. Hanya saja yang bisa terpenuhi 68 pandu maritim setiap tahunnya sebagai pemandu kapal dengan bobot 500 GT ke atas yang masuk dan keluar ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

"Yang kita diklat hanya sekitar 68 pandu. Padahal, kita butuh 200 pandu setiap tahunnya," paparnya saat media gathering INAMPA di Jalan Pattimura, Medan, Selasa (24/7/2018).



Lanjut Herman, pandu maritim merupakan pekerjaan yang penuh resiko. Sebab, pandu maritimlah orang yang pertama menyambut kapal masuk ke pelabuhan sekaligus sebagai orang terakhir mengantar kapal ke perairan tujuan.

Tugas pandu maritim meliputi keselamatan maritim, keamanan maritim, pencegahan pencemaran lingkungan maritim dan keberlangsungan maritim. "Tugas pandu itu lumayan berat. Karena selain menjaga keselamatan dan keamanan maritim, pandu juga ikut menjaga lingkungan dan keberlangsungan maritim," jelasnya.

Herman menambahkan, saat ini INAMPA telah mengikuti 1.200 anggota di seluruh Indonesia. Para pandu maritim itulah yang mengawal 300.000 sampai 400.000 kapal yang keluar masuk ke pelabuhan-pelabuhan Indonesia setiap tahunnya.

"Jumlah kapal yang keluar masuk di Indonesia cukup banyak. Seperti di Pelabuhan Tanjung Priok. Per harinya ada 60 call atau 60 gerakan kapal. Berarti, kalau keluar masuk, ada 120 call setiap harinya. 120x30 hari, berarti ada sekitar 3.200 per bulan. Itu masih satu pelabuhan saja," ujarnya.

Untuk itulah, Herman menambahkan INAMPA membutuhkan lebih banyak lagi pandu maritim. Mengingat saat ini INAMPA telah meraih predikat world class dengan status zero accident dan secara resmi telah menjadi anggota International Maritime Pilots' Association (IMPA) sejak April 2017 lalu.

"Intinya, INAMPA akan terus berkomitmen untuk melayani kapal yang keluar masuk ke perairan Indonesia dan INAMPA akan terus mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan penerapan tol laut di Indonesia guna meningkatkan konektifitas maritim," pungkasnya.

Kapten Samsul yang turut hadir di media gathering menuturkan, pandu maritim dibutuhkan di atas kapal, walaupun terdapat nahkoda di kapal itu. "Walau nahkoda kapal memiliki pengalaman keliling dunia, tapi pandu maritim memiliki local experience yang mengetahui kondisi tempat sandar, situasi angin, pasang surut air dan apakah ada kerangka kapal yang berada di bawah laut untuk lego jangkar," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak