alexametrics

Danamon Raih Kredit Sebesar Rp133,9 Triliun

loading...
Danamon Raih Kredit Sebesar Rp133,9 Triliun
Danamon raih kredit sebesar Rp133,9 triliun. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) sepanjang semester I 2018 berhasil membukukan total kredit dan trade finance menjadi Rp133,9 triliun atau naik 4% dibandingkan setahun sebelumnya Rp128,3 triliun. Kredit pada segmen perbankan UKM tumbuh 14% menjadi Rp30,4 triliun.

Sementara kredit consumer mortgage atau KPR tumbuh 40% menjadi Rp6,9 triliun. Dalam hal pembiayaan kendaraan bermotor, total pembiayaan Adira Finance adalah sebesar Rp48,1 triliun atau tumbuh 8% dibandingkan setahun sebelumnya.

"Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 14% untuk roda dua dan 26% untuk roda empat secara setahunan," kata Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon Satinder Ahluwalia di Jakarta, Rabu (25/7/2018). Di luar pembiayaan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 8% menjadi Rp129,4 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.



Adapun giro dan tabungan atau current account and savings account (CASA)/dana murah naik 9% menjadi Rp50,9 triliun. Sedangkan rasio CASA membaik menjadi 48,2% dari 44,3% di periode yang sama pada tahun sebelumnya, karena peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular.

Dia memaparkan, deposito tercatat turun 7% menjadi Rp54,5 triliun, dimana Bank Danamon melakukan pelepasan dana mahal. "Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan kedepannya," kata Satinder.

Lebih lanjut, rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) terkelola dengan baik pada tingkat 94,1%. Adapun rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio atau CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. "CAR konsolidasian berada pada posisi 21,7%, sementara CAR bank only tercatat sebesar 22,5%," urainya.

Disamping itu, laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon berada pada posisi stabil dibandingkang dengan setahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun. Sementara pendapatan biaya atau fee income (tidak termasuk credit related fee) Bank Danamon tercatat pada Rp609 miliar atau tumbuh sebesar 8% secara setahunan.

"Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 19% menjadi Rp299 miliar. Sementara fee income Bancassurance tumbuh 4% menjadi Rp166 miliar," terangnya. Perseroan juga terus menjaga kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loans atau NPL) Bank Danamon tercatat pada 3,3% pada semester I tahun 2018. Rasio Biaya Kredit (cost of credit ratio) stabil pada tingkat 2,6%, sementara kredit yang direstrukturisasi terus menurun.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak