alexametrics

MNC Group Perkuat Transformasi Digital Dengan Innovation Center

loading...
MNC Group Perkuat Transformasi Digital Dengan Innovation Center
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat meresmikan MNC Innovation Center sebagai infrastruktur digital yang terintegrasi untuk seluruh anak usaha MNC Group. Foto/Hafid
A+ A-
JAKARTA - MNC Group resmikan MNC Innovation Center sebagai infrastruktur digital yang terintegrasi untuk seluruh anak usaha MNC Group. Langkah ini sebagai simbol komitmen MNC Group dalam melakukan transformasi era digital baik di sektor keuangan, media, hingga properti.

Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, MNC Innovation Center ini nantinya akan menjadi pusat untuk mengatur segala jenis pengembangan bisnis MNC Group. Pasalnya, dengan bisnis yang merambah berbagai sektor mulai dari media hingga jasa keuangan, MNC Group membutuhkan satu titik untuk menghubungkan seluruhnya agar mudah dikendalikan dan dipantau.

"Pengembangan inovasi bisa lebih efisien untuk semua unit usaha. Selain itu juga bisa dipantau perkembangannya dengan lebih mudah. Inovasi tidak boleh terlalu cepat ataupun terlalu lambat, momentum harus tepat," ucap HT di Jakarta.

Dia bercerita sebelum tahun 2000 internet belum dianggap sebagai sumber dari ekonomi baru. Namun, sejak akhir 2010 internet berkembang pesat dan mampu menjadi peluang bagi ekonomi baru. MNC Group realistis terhadap perubahan dan percepatan yang harus dilakukan. Sebab, nantinya internet tidak hanya didominasi untuk media massa saja tapi dapat dimanfaatkan untuk seluruh industri.



“Kita tidak mau ketinggalan. Saat ini digitalisasi adalah kunci pertumbuhan. Perusahaan yang dibangun sejak lama bisa disalip dengan mudah oleh Google atau Amazon," ujarnya

Meski teknologi ini sudah muncul pada dekade 90-an, internet awalnya membuat model bisnis baru, namun banyak yang gagal. Banyak industri yang berbasis internet di AS bertumbangan. "Tahun 2001 industri internet itu kolaps dan banyak yang bangkrut. Kemungkinan itu karena terlalu cepat untuk masa itu. Namun ada juga yang mampu bertahan dan yakin lalu akhirnya mencatatkan profit," ujarnya.

Sejak saat itu, kata HT, banyak pelaku usaha yang merasa trauma sehingga menghindari bisnis yang berkaitan dengan internet. Padahal sebelum memasuki era milenium, internet diyakini dapat menjadi peluang ekonomi baru (new economy) karena dinilai dapat menggantikan ekonomi lama (old economy).

Namun, internet perlahan mulai menjadi perhatian pada akhir 2010. Jumlah pengguna internet tumbuh sangat tinggi. Begitu juga perusahaan berbasis internet seperti Amazon. Dua memuji Amazon yang selama 13-15 sebelumnya terus mengalami masalah tapi memiliki keyakinan untuk bangkit.

"Jadi mereka punya faith, punya keyakinan bahwa ini semua hanya temporary, suatu saat ‘we will make it’ mereka pasti mampu untuk mencapai tujuannya dan hari ini Amazon perusahaan nomor dua terbesar di dunia," ucapnya.

Menurutnya era ekonomi baru akan mampu menggantikan ekonomi lama yang serba tradisional dan mengandalkan bisnis fisik. Perlahan tapi pasti perusahaan-perusahaan yang tak mampu beradaptasi dengan ekonomi baru ini mulai tumbang. "Banyak yang menyebut digital menghancurkan old economy, istilahnya disruptive economy. Ini istilah yang dipakai orang-orang tradisional yang masih percaya serba fisik," kata dia.

Saat ini, tujuh perusahaan terbesar di dunia didominasi oleh perusahaan berbasis internet dan teknologi. Jadi dunia berubah dan percepatan yang luar biasa. “Itu kenapa MNC Group realistis, masalahnya hanya waktu. Itu kenapa internet related bukan hanya didominasi untuk media saja namun seluruh industri basisnya kini adalah IT," katanya.

Sementara itu, CEO MNC Innovation Center Yudi Hamka mengatakan, dengan desain kantor yang elegan dan klasik ini diharapkan dapat mendorong karyawan untuk terus berinovasi. Dengan semangat muda para karyawan dapat bekerja bebas di luar kantor.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak