alexametrics

Semester I/2018, PPRO Bukukan Laba Bersih Rp188 Miliar

loading...
Semester I/2018, PPRO Bukukan Laba Bersih Rp188 Miliar
PPRO pada semester I/2018 mencetak laba bersih Rp188 miliar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pengembang properti PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatat kinerja positif selama semester I/2018. Perseroan pada periode tersebut membukukan laba bersih Rp188 miliar, tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp163 miliar.

Selain itu, perseroan melaporkan peningkatan arus kas masih tetap kuat, sehingga mendorong tercapainya posisi neraca keuangan yang sehat. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas (DER) pada posisi Juni 2018 tercatat 0,75 kali dengan current ratio 2,69 kali. Sedangkan aset meningkat 32% dari Rp10,71 triliun di semester I/2017 menjadi Rp14,19 triliun di 2018.

"Peningkatan kinerja dengan tetap fokus pada kesehatan keuangan menjadi prioritas utama kami," jelas Presdir PPRO Taufik Hidayat di Jakarta Senin (30/7/2018).



Lebih lanjut dia mengatakan, masuknya investor asal Dubai ke salah satu proyek PPRO di Surabaya beberapa pekan lalu, penjualan PPRO pun turut terangkat. Sampai dengan semester I/2018 tercatat penjualan mencapai Rp2,7 triliun dengan persentase kenaikan 80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan pamasaran disokong residenaial sekitar 90% dan komersial (hospitality dan shopping mall) sekitar 10%. Proyek-proyek residensial perseroan di antaranya Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon, Ayoma, Amarta View, Begawan, dan lainnya. Sedangkan proyek komersial di antaranya Park Hotel Jakarta, Park Hotel Bandung, Swissbel Hotel Balikpapan, Kaza City dan Mall Lave GKL.

"Pada semester II/2018 diharapkan kami menerima pembayaran atas transaksi bulk sell yang muncul di semester I dengan perkiraan nilai Rp756 miliar," imbuh Taufik.

Tahun ini PPRO menyiapkan belanja modal Rp1,8 triliun, di mana sekitar 75% di antaranya akan digunakan untuk pembayaran cicilan lahan perseroan dan sisanya untuk pengembangan hotel dan mal dan juga setoran modal anak usaha. Sampai dengan Juni 2018, kata dia, belanja modal perseroan sudah terserap sekitar 40%.

Tahun ini PPRO menargetkan top line marketing sales mencapai Rp3,8 triliun, sedangkan untuk bottom line ditargetkan berkisar Rp510-530 miliar.

"Kami sangat optimistis dengan target itu, rencana di semester II/2018 kami akan meluncurkan beberapa produk baru, di antaranya apartemen di kawasan Kertajati, Entrance Suramadu, launching tower baru Grand Kamala Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon," paparnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak