alexametrics

Tolak Naikkan Tarif, Grab Persilakan Demo saat Pembukaan Asian Games

loading...
Tolak Naikkan Tarif, Grab Persilakan Demo saat Pembukaan Asian Games
Ilustrasi pengemudi mitra Grab. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia merasa ditantang Grab untuk tetap melakukan aksi demo saat pembukaan Asian Games 2018. Buntut dari merasa diacuhkan aplikator asal Malaysia itu, saat proses mediasi yang difasilitasi Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.

Dalam keterangan Garda kepada media massa, Senin (6/8) mengungkapkan, mediasi yang difasilitasi oleh Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya, dilakukan pada Jumat (3/8) di ruang rapat utama Dit Intelkam Polda Metro. Jaya, Gedung Promoter lantai 15 dari jam 16.00-19.30 WIB. Mediasi ini juga melibatkan manajemen Go-Jek dan Grab yang dilakukan secara terpisah.

"Hanya manajemen Go-Jek yang minta waktu untuk memutuskan akan menaikan tarif dasar untuk meredam Aksi 188 Garda. Namun dari manajemen Grab, terjadi sebaliknya," ungkap Ketua Presidium Garda, Igun Wicaksono.

Manajemen Grab menurutnya, seakan mendorong para mitranya untuk terus mempersilakan melanjutkan Aksi 188 dengan menolak mengakomodir tuntutan para mitra ojek onlinenya tersebut.

Grab bersikukuh pada kebijakannya melakukan tarif rendah seperti saat ini. Lebih dari itu, bahkan Grab dinilai terus melakukan strategi bakar uang yaitu jual rugi (predatory pricing) dengan harapan bisa memenangkan persaingan secara mudah.

"Manajemen Grab sangat tidak kooperatif dan tidak menghargai usaha yang dilakukan oleh negara dan Pemerintah Indonesia untuk meredam gejolak aksi yang akan dilakukan oleh para mitranya," tegasnya.

Berbagai pihak dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kepolisian sudah turun tangan langsung untuk melakukan komunikasi dan mediasi. "Namun hal ini tidak juga dihargai oleh pihak manajemen Grab," sesalnya.

Hal itu mendorong para mitra GRAB untuk tetap melaksanakan Aksi 188. "Dorongan dari manajemen Grab seakan memprovokasi para mitra ojek onlinenya untuk tetap jalankan Aksi 188," paparnya.

Garda, menurut Igun, mendorong negara dan Pemerintah Indonesia untuk mengusut tindakan yang dilakukan oleh manajemen GRAB. "Apakah ada misi tertentu dari manajemen Grab untuk mengacaukan gelaran Asian Games melalui para mitra ojek onlinenya, mengingat juga bahwa Grab merupakan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia," ungkap Igun.

Mirisnya lagi, kata dia, Grab juga sebagai sponsor Asian Games, dimana uang sponsor itu diambil dari darah dan keringat para mitra ojek onlinenya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak