alexametrics

Besok AS Jatuhkan Sanksi ke Iran, Harga Minyak Diperkirakan Tembus USD90/Barel

loading...
Besok AS Jatuhkan Sanksi ke Iran, Harga Minyak Diperkirakan Tembus USD90/Barel
Sanksi Amerika Serikat terhadap Iranb diperkirakan harga minyak tembus USD90 per barel. Foto/Financial Tribune
A+ A-
NEW YORK - Sanksi pertama Amerika Serikat terhadap Iran akan diumumkan pada Senin hari ini waktu AS atau Selasa waktu Indonesia. Para pengamat mengatakan sanksi ini jelas untuk memukul ekonomi Iran. Sanksi ini diberikan setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada bulan Mei lalu.

Sejak Amerika menyatakan bakal memberi sanksi kepada Iran, mata uang rial telah jatuh dan ekonomi goyah sehingga memicu protes di seluruh negeri.

Sanksi pertama ini bertujuan memblokir pemerintah Iran dari akses ekonomi. Kemudian pada 4 November mendatang diperlakukan sanksi ekspor minyak, dimana Negeri Mullah dilarang untuk menjual minyaknya. Iran sendiri merupakan negara produsen minyak nomor lima di dunia.

Melansir dari CNBC, Senin (6/8/2018), Kepala Analis Minyak di Energy Aspect, Amrita Sen mengatakan sanksi AS terhadap Iran dapat segera mendorong harga minyak di atas USD90 per barel.



"Pada kuartal keempat, harga minyak akan berisiko seperti tahun 1980-an, bahkan berpotensi seperti tahun 1990-an. Hilangnya produksi minyak Iran bisa membuat pasokan berkurang. Itu jelas berarti harga yang lebih tinggi," ujarnya.

Meski sebagian besar investor memperkirakan harga minyak bakal bullish (naik) akibat gangguan pasokan dari ekspor minyak Iran, tetapi ada juga yang mengatakan harga minyak akan bearish (turun). Indikatornya adalah meningkatnya produksi minyak oleh OPEC dan Rusia.

Raja OPEC, Arab Saudi dan anggota lainnya dari Timur Tengah setuju untuk meningkatkan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari mulai bulan Agustus. Hal ini demi mengimbangi kekurangan pasokan akibat sanksi terhadap Iran.

Keputusan Saudi ini telah membantu untuk meredam reli harga lebih tinggi. Harga minyak mentah berjangka telah jatuh lebih dari 7% sejak naik di atas USD80 per barel pada bulan Mei lewat.

Hari ini, jelang pengumuman sanksi Iran, harga minyak mentah Brent International diperdagangkan lebih tinggi 0,33% menjadi USD73,47 per barel. Sementara, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate diperdagangkan naik 0,4% menjadi USD68,77 per barel.

Dan saat Iran dijatuhi sanksi, sekitar setengah alias 2,4 juta barel ekspor minyaknya dihapus dari pasar. Dan untuk sanksi mendatang, Morgan Stanley memperkirakan produksi minyak Iran bakal turun menjadi 2,7 juta barel per hari pada kuartal IV 2018, alias kehilangan 1 juta barel per hari. Sedangkan, Energy Aspects memprediksi produksi minyak mentah Iran turun sebanyak 1,5 juta barel per hari akibat ketegangan antara Washington dan Teheran.

Sementara itu, catatan penelitian Bank of American Merrill Lynch yang diterbitkan pada Juli kemarin, mengatakan untuk setiap kehilangan 1 juta barel per hari akan berdampak pada harga Brent International sekitar USD17.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak