alexametrics

Pemerintah Tingkatkan Peran Komoditas Kopi bagi Perekonomian

loading...
Pemerintah Tingkatkan Peran Komoditas Kopi bagi Perekonomian
Menko Perekonomian Darmin Nasution melihat jenis-jenis kopi ynag dipamerkan di acara diskusi komoditas kopi di Jakarta, Rabu (8/8/2018). Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah bekerja sama dengan pemangku kepentingan berkomitmen untuk meningkatkan peran komoditas kopi dalam perekonomian nasional maupun global. Hal ini mengemuka dalam Gathering dan Rountable Discussion bertema "Strategi Kebijakan dan Program Pengembangan Kopi Indonesia untuk Merespons Kebutuhan Agroindustri Kopi Global" yang digelar di Jakarta hari ini.

Gathering dan Rountable Discussion yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait komoditas kopi Indonesia dan mendiskusikan kendala yang dihadapi saat ini.

"Saya berharap semua pihak dapat memberikan peran serta positif dalam diskusi ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (8/8/2018).



Berdasarkan data Coffee Market Report dari International Coffee Organization (ICO), komoditas kopi global mengalami defisit dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2017 defisit komoditas ini sebesar 1,36 juta karung, dengan bobot per karung 60 kg. Dengan begitu, kata dia, terbuka pasar yang cukup besar untuk komoditas kopi.

Keberadaan Indonesia sebagai negara produsen utama kopi dunia yang memiliki varian jenis kopi yang beragam, lanjut dia, dapat memerankan posisi strategis di level nasional maupun global. Saat ini, Indonesia setidaknya memiliki 21 jenis kopi yang dikategorikan sebagai coffee speciality yang mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografi (IG) dari Kemenkumham sebagai produk berkualitas dan spesifik.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak