alexametrics

Harga Minyak Mentah Dunia Rebound Pasca Penurunan Besar

loading...
Harga Minyak Mentah Dunia Rebound Pasca Penurunan Besar
Harga minyak mentah dunia mencetak rebound pada perdagangan, Kamis (9/8) usai mengalami kerugian besar di sesi sebelumnya seiring konflik dagang AS dan China. Foto/Ilustrasi
A+ A-
TOKYO - Harga minyak mentah dunia mencetak rebound pada perdagangan, Kamis (9/8/2018) usai mengalami kerugian besar di sesi sebelumnya seiring konflik dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang semakin memanas. Data resmi China menunjukkan permintaan energi dari pengimpor teratas di dunia tersebut belum memulihkan kekuatannya.

Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent meningkat 24 sen atau sepertiga persen ke posisi USD72,52 per barel pada pukul 03.55 GMT, menyusul penurunan lebih dari 3% pada perdagangan Rabu, kemarin. Sementara harga minyak berjangka ASWest Texas Intermediate (WTI) naik 7 sen menjadi USD67,02 per barel usai jatuh 3,22% pada sesi sebelumnya.

China bersiap menerapkan tarif impor sebesar 25% dengan langkah lanjutan senilai USD16 miliar terhadap produk-produk dari Amerika Serikat (AS) di antaranya bahan bakar, produk baja, mobil serta peralatan medis. Perang dagang yang sedang berlangsung mengguncang pasar global hingga membuat investor khawatir perlambatan ekonomi terbesar kedua dunia akan memangkas permintaan untuk komoditas.

Impor minyak mentah China sedikit pulih pada bulan Juli setelah dua bulan menurun, tetapi masih termasuk dalam level terendah tahun ini karena penurunan permintaan dari kilang-kilang independen yang lebih kecil. China sendiri merupakan pengimpor minyak mentah terbesar dunia, mengambil 8,48 juta barel per hari (bpd) bulan lalu, naik dari 8,18 juta bph setahun sebelumnya dan Juni 8,36 juta bpd, berdasarkan data pabean.

Harga minyak sempat mendapatkan dukungan dari sanksi baru AS terhadap Iran, atau produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC). Sanksi yang diperbarui tidak akan langsung menargetkan minyak hingga November, tetapi Presiden AS Donald Trump mengatakan dia ingin sebanyak mungkin negara mengurangi impor minyak mentah Iran hingga nol persen.

Sementara Administrasi Informasi Energi AS, melaporkan bahwa persediaan minyak mentah turun 1,4 juta barel dalam pekan terakhir, kurang dari setengah 3,3 juta barel dari yang diperkirakan analis. Stok bensin mencatatkan kenaikan mengejutkan mencapai 2,9 juta barel, melampaui prediksi analis bahwa bakal menurun 1,7 juta barel yang diprediksi dalam jejak pendapat Reuters.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak