alexametrics

Wamen Arcandra Dorong Tiap Gedung Tinggi Pakai Solar PV Rooftop

loading...
Wamen Arcandra Dorong Tiap Gedung Tinggi Pakai Solar PV Rooftop
Kementerian ESDM mendorong solar PV rooftop untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan salah satunya mewajibkan gedung tinggi memakainya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong penggunaan solar PV rooftop untuk menjadi salah satu solusi meningkatkan bauran energi baru terbarukan menjadi 23%. Dalam hal ini, bakal disiapkan regulasi yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri untuk penggunaan solar PV rooftop.

Setiap bangunan ataupun gedung didorong untuk memakai solar PV rooftop. Pasalnya jika tidak menggunakan energi surya ini, maka Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tidak akan keluar. Menanggapi ini, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan sanksi mengenai IMB yang tidak keluar jika tidak menggunakan energi surya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus mendorong dan membujuk pengelola bangunan untuk mendorong penggunaan solar PV rooftop. "Belum sampai situ cuman kita dorong agar pihak pengelola rumah maupun bangunnan memasang solar PV ini dan ini untuk menaikkan jadi 23% (target bauran energi baru terbarukan)," ujar Archandra di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

"Kalau tidak ini bakal susah, jadi waktu yang bakal menentukan. Mungkin bakal berjalan dengan baik, kita dorong untuk solar PV rooftop," sambungnya saat menjadi bintang tamu di MNC Trijaya Fm di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Lebih lanjut Ia menerangkan, bahwa dengan banyak menggunakan energi surya bakal memberikan banyak keuntungan. Salah satunya yakni menjaga kelestarian lingkungan agar tidak banyak tercemar. "Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan kalau pakai Solar PV karena bisa menghemat listri dan juga menjaga lingkungan semakin sehat," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak