alexametrics

Bunga KPR Tinggi Bikin Penjualan Properti Menurun

loading...
Bunga KPR Tinggi Bikin Penjualan Properti Menurun
Tiongginya bunga KPR menyebabkan pertumbuhan penjualan properti menurun di kuartal II/2018. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pada kuartal II/2018, pertumbuhan penjualan properti residensial turun sebesar 0,08% atau lebih rendah dibanding dengan 10,55% pada kuartal sebelumnya.

Direktur Departemen Statistik BI Gantiah Wuryandani mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan penurunan penjualan properti residensial pada kuartal II/2018 adalah tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). "Juga masih adanya batasan down payment (DP) kredit rumah," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Sementara dari sisi segmentasi, penurunan penjualan properti residensial disebabkan oleh penurunan penjualan pada rumah tipe menengah dan rumah tipe besar. "Sedangkan, penjualan rumah tipe kecil meningkat," katanya.

Berdasarkan catatan BI, suku bunga KPR berdasarkan lokasi proyek pada kuartal II/2018 tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 14,57% dan terendah di Yogyakarta 8,98%.

Adapun berdasarkan kelompok bank, suku bunga KPR terendah adalah Bank BUMN sebesar 9,30% per tahun dan tertinggi adalah BPD sebesar 12,25% per tahun. Pada kuartal II/2018 ini juga, rata-rata penggunaan dana internal pengembang untuk pembangunan properti residensial sebesar 58,11%.

Kemudian dari pinjaman perbankan sebesar 32,69% dan pembayaran dari konsumen sebesar 7,35%. Selain itu, berdasarkan komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari laba ditahan dan modal disetor.

Hasil survei BI mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen sekitar 75,21% menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial. Selanjutnya 16,13% responden membeli dengan tunai bertahap dan 8,66% responden dengan tunai.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak