alexametrics

Rupiah Diprediksi Masih Akan Melemah Secara Terbatas

loading...
Rupiah Diprediksi Masih Akan Melemah Secara Terbatas
Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan melemah terbatas terhadap USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pergerakan rupiah yang gagal kembali mengimbangi penguatan dolar AS (USD) dikhawatirkan dapat berbalik melemah. Ditambah pula dengan sentimen yang kurang positif terkait kondisi makroekonomi dalam negeri.

Seperti diketahui, pekan lalu pemerintah mengumumkan bahwa neraca transaksi berjalan pada kuartal II/2018 melebar menjadi 3% dari PDB. Seiring dengan itu, nilai rupiah di akhir perdagangan pekan lalu melemah ke posisi Rp14.478/USD, dari posisi sebelumnya Rp14.405/USD. Hal itu menghentikan tren penguatan rupiah yang berjalan beberapa hari sebelumnya.



Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, faktor-faktor tersebut masih berpeluang melemahkan rupiah. Meski terdapat peluang melemah, namun diharapkan aksi jual dapat lebih terbatas agar rupiah tidak melemah lebih dalam.

"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujarnya di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Reza memperkirakan, rupiah pada perdagangan akan bergerak di kisaran Rp14.478/USD-Rp14.466/USD.

Sementara itu, pascamenguat selama beberapa hari pekan lalu, pelaku pasar dinilai akan melakukan aksi lepas rupiah dan beralih pada USD yang sejak sebelumnya masih dalam tren kenaikan.

Di sisi lain, melemahnya euro seiring dengan imbas turunnya nilai mata uang lira Turki turut berimbas pada melemahnya rupiah. Diketahui Turki memiliki banyak eksposur utang terhadap Eropa sehingga ketika ekonomi Turki di ambang krisis, maka akan mempengaruhi ekonomi Zona Eropa.

"Atas kondisi tersebut, EUR pun cenderung melemah. Rilis melebarnya defisit neraca transaksi berjalan hingga 3% dari PDB turut menambah sentimen negatif. Di sisi lain, ingar-bingar pencalonan presiden dan wakilnya tampaknya tidak banyak terpengaruh pada rupiah," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak