alexametrics

Rupiah Ditutup Merayap Naik, USD Sentuh Level Tertinggi 13 Bulan

loading...
Rupiah Ditutup Merayap Naik, USD Sentuh Level Tertinggi 13 Bulan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) merangkak naik pada perdagangan sesi sore, Rabu (15/8/2018) meski tidak terlalu besar dari sebelumnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) merangkak naik pada perdagangan sesi sore, Rabu (15/8/2018) meski tidak terlalu besar dari sebelumnya. Tren perbaikan mata uang rupiah mengiringi lesatan dolar hingga menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan membaik masih tertekan di level Rp14.578/USD saat berhadapan dengan USD dibanding penutupan sebelumnya Rp14.576/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp14.573 hingga Rp14.646/USD

Menurut data Bloomberg di sesi sore perdagangan hari ini, rupiah bangkit ke level Rp14.576/USD atau mulai menanjak naik dari penutupan kemarin Rp14.584/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.576-Rp14.643/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren perbaikan menuju level Rp14.621/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah merayap dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp14.625/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini masih anjlok ke posisi Rp14.630/USD atau lebih baik dari sebelumnya. Rupiah terus berada dalam zona merah untuk mencoba sulit keluar dari tekanan.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, USD menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun di tengah krisis lira Turki yang telah menyebar ke pasar negara berkembang yang memberi permintaan untuk greenback sebagai aset safe-haven.Tanda-tanda ekonomi AS tetap kuat menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan bakal dilakukan oleh Federal Reserve bulan depan telah membuat dolar mendominasi mata uang lainnya dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan lira yang telah melukai euro karena kekhawatiran tentang eksposur bank-bank Eropa ke Turki telah mendorong permintaan lebih lanjut untuk dolar bersama dengan mata uang safe-haven lainnya seperti franc Swiss dan yen Jepang. Terhadap enam mata uang utama lainnya, USD hari ini naik ke 96.862 atau level tertinggi sejak akhir Juni 2017.

Namun Lira sempat pulih hingga diperdagangkan pada posisi 5,7503 terhadap dolar AS, atau tercatat menguat dari penutupan sehari sebelumnya 6,3577. Rebound sebesar 6,0 lawan dolar didorong oleh langkah pengawas perbankan untuk membatasi transaksi swap dan dengan harapan meningkatkan hubungan Uni Eropa.

Rally dolar mendorong penjualan pada euro dan pounds Inggris. Terlihat euro diperdagangkan mendekati posisi 1,13 terhadap USD untuk pertama kalinya sejak Juli 2017 dan Poundssterling merosot di bawah 1,27 untuk pertama kalinya sejak Juni tahun lalu.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak