alexametrics

Iran Tidak Izinkan Anggota OPEC Ambil Alih Bagiannya dari Ekspor Minyak

loading...
Iran Tidak Izinkan Anggota OPEC Ambil Alih Bagiannya dari Ekspor Minyak
Iran menyatakan tidak boleh ada satu pun negara OPEC yang mengambil alih bagiannya dari ekspor minyak. Foto/Financial Tribune
A+ A-
WINA - Rencana sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran pada 4 November mendatang, membuat pasar khawatir akan kekurangan pasokan minyak. Mengantisipasi kekurangan pasokan yang bisa membuat harga minyak melambung, Arab Saudi menyatakan bersedia memompa minyak lebih banyak untuk menutupi kekurangan pasokan yang ditinggal Iran.

Tawaran Arab Saudi ini mendapat kecaman dari Iran. Pemerintah Iran menyatakan kepada OPEC bahwa tidak boleh ada satu pun negara anggota yang mengambil alih bagiannya dari ekspor minyak.

Melansir dari Reuters, Minggu (19/8/2018), dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo, utusan pemerintah Iran mendesaknya untuk menjauhkan OPEC dari politik.



"Tidak ada negara yang diizinkan mengambil alih saham anggota lain untuk produksi dan ekspor minyak dalam keadaan apa pun. Dan Konferensi Menteri OPEC belum mengeluarkan lisensi untuk tindakan seperti itu," ujar Kementerian Minyak Iran dalam pertemuan dengan OPEC di Wina, Austria.

Sanksi terhadap ekspor minyak Iran datang setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran pada Mei kemarin. Washington lantas mengumumkan sanksi ekonomi dan sanksi penjualan minyak Iran. Negeri Mullah ini merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak.

Untuk mengisi kekurangan pasokan, Trump meminta OPEC untuk memompa lebih banyak minyak demi menurunkan harga. Menteri Energi Arab Saudi dan Rusia mengatakan siap meningkatkan produksi mereka demi mencegah kekhawatiran pasar terkait pasokan minyak.

"Iran percaya bahwa OPEC sangat mendukung anggotanya pada tahap ini dan menghentikan rencana negara-negara yang ingin mempolitisir organisasi ini," ujar Kazem Gharibabadi, duta besar Iran untuk lembaga internasional yang berbasis di Wina.

Sementara itu, Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri mengatakan pada hari Minggu ini, bahwa pemerintah Iran sedang mencari jalan keluar untuk menjual minyak dan mentransfer pendapatannya menjelang sanksi energi dari Amerika.

"Kami berharap negara-negara Eropa dapat memenuhi komitmen mereka tetapi jika mereka tidak bisa, kami akan mencari solusi untuk menjual minyak kami dan mentransfer pendapatannya," kata Jahangiri seperti dikutip kantor berita IRNA.

Jahangiri mengatakan negara-negara Eropa telah berjanji untuk menggantikan kerugian Iran setelah babak baru sanksi AS mengenai sektor energi dan perbankan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pada awal Agustus ini, Washington memberlakukan sanksi ekonomi atas Iran. Dan pada 4 November mendatang, Washington akan menerapkan kembali sanksi pada ekspor minyak dan sektor energi Iran.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak