alexametrics

Harga Emas Antam dan Emas Dunia Kompak Menguat

loading...
Harga Emas Antam dan Emas Dunia Kompak Menguat
Harga emas Antam dan emas dunia sama-sama menguat. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Harga jual emas dan beli kembali (buyback) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Selasa (21/8/2018) menguat. Melansir Logammulia.com, harga jual emas Antam naik Rp1.000 menjadi Rp649.000 per gram dan harga buyback bertambah Rp2.000 menjadi Rp557.000 per gram.

Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.249.000 dengan harga per gram Rp624.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.855.000 dengan harga per gram Rp618.333. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.072.000 dengan harga per gram Rp614.400.

Harga emas 10 gram dijual Rp6.059.000 dengan harga per gram Rp605.900. Harga emas 25 gram dijual Rp15.020.500 dengan harga per gram Rp600.820. Harga emas 50 gram sebesar Rp29.921.000 dengan harga per gram Rp598.420.



Harga emas 100 gram sebesar Rp59.722.000 dengan harga per gram Rp597.220. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp148.915.500 dengan harga per gram Rp595.662, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp297.528.000 dengan harga per gram Rp595.056.

Posisi harga jual emas Antam di Pulogadung naik Rp1.000 ke level Rp644.000 per gram dan buyback tambah Rp2.000 ke level Rp557.000 per gram. Dan harga emas Jakarta II dijual pada posisi Rp649.000 per gram serta buyback pada level Rp557.000 per gram.

Selaras dengan itu, harga emas dunia menguat memanfaatkan pelemahan dolar Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik Ketua Federal Reserve Jerome Powell karena menaikkan suku bunga.

Mengutip Reuters, Selasa (21/8), harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.193,97 per ons pada pukul 00:54 GMT. Dan harga emas berjangka AS bertambah 0,5% menjadi USD1.200,60 per ons. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,4% pada level 95,494.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak