alexametrics

Sinar Mas Agribusiness and Food Gandeng OFI Perluas Program CSR

loading...
Sinar Mas Agribusiness and Food Gandeng OFI Perluas Program CSR
President Director Sinar Mas Agribusiness & Food Daud Dharsono (dua kiri) dan Founder & President Orangutan Foundation International Prof Dr Birute Galdikas. Foto/Dok.Sinar Mas
A+ A-
JAKARTA - Sinar Mas Agribusiness and Food, perusahaan agro bisnis global dengan bisnis kelapa sawit terintegrasi dari hulu hingga hilir melanjutkan kerja samanya dengan Orangutan Foundation International (OFI) untuk merehabilitasi dan mengkonservasi orangutan.

Perpanjangan kerja sama ini juga disertai perluasan cakupan kerja sama dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dan siswa-siswi sekolah mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati disekitar kita, termasuk di dalamnya orangutan.

"Program Friends of the Orangutan bersama OFI akan memasuki tahap ke-3. Sejak program ini dimulai pada tahun 2011 hingga 2017, Perusahaan bersama OFI telah melakukan upaya konservasi keanekaragaman hayati dengan melepasliarkan total 100 individu orangutan," jelas President Director Sinar Mas Agribusiness and Food Daud Dharsono di Jakarta, Kamis (30/8/2018).



Upaya perlindungan satwa langka dan terancam punah di Indonesia, sejalan dengan komitmen perusahaan dengan penerapan kebijakan konservasi hutan (Forest Conservation Policy) pada tahun 2011 untuk tidak membangun dan melakukan konservasi untuk area-area yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

Kebijakan ini tertuang dalam Kebijakan Sosial Lingkungan Golden Agri-Resources (GAR) sebagaipanduan perusahaan dalam melaksanakan operasinya sehari-hari.

Komitmen ini kembali diperkuat dengan penerapan Zero Tolerance Policy pada tahun 2012, yang mempertegas larangan untuk berburu, melukai, memiliki, atau membunuh satwa liar yang tergolong langka, terancam dan hampir punah. Kebijakan ini menjadi dasar bagi pembekalan seluruh karyawan dan pekerja Sinar Mas Agribusiness and Food terhadap program-program konservasi satwa liar, termasuk konservasi orangutan.

Dia menambahkan, Sinar Mas Agribusiness memiliki komitmen untuk mendukung upaya konservasi orangutan di Indonesia. Baik melalui kebijakan perusahaan maupun melalui berbagai kerjasama dengan organisasi atau instansi dengan keahlian di bidang konservasi keanekaragaman hayati, seperti OFI yang melaksanakan program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan.

"Perusahaan menyadari bahwa upaya konservasi tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan adanya dukungan dari para pemangku kepentingan sekitar," tuturnya.

Bagi Sinar Mas, kata dia, menjaga konservasi keanekaragaman hayati dan mencegah kepunahan satwa langka adalah sangat berarti dalam menjamin keberlanjutan produksi di suatu ekosistem alam. Sinar Mas Agribusiness and Food sangat sadar keanekaragaman hayati memiliki perannya masing-masing untuk mendukung keseimbangan ekosistem alam. Karena itu, Perusahaan akan mendukung upaya menjamin konservasi alam seoptimal mungkin, serta mencegah kerusakan sekecil apapun dalam keanekaragaman hayati.

Sebagai langkah awal, dalam kerja sama ini selain melepasliarkan individu orangutan, perusahaan bersama dengan OFI akan melakukan kegiatan penyuluhan mengenai upaya-upaya konservasi orangutan yang akan menyasar masyarakat desa dan siswa-siswi sekolah di sekitar perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food di wilayah Kalimantan Tengah.

"Sejak awal kerja sama kami di tahun 2011, saya melihat kesungguhan dari Sinar Mas Agribusiness and Food untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan konservasi Orangutan," ungkap Prof. Dr. Birute Galdikas, pendiri Orangutan Foundation International.

Program konservasi dan perlindungan orangutan yang ketiga kalinya ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk melindungi orangutan sebagai salah satu spesies satwa yang terancam punah di Indonesia. Program pelepasliaran orangutan kali ini direncanakan berlokasi di Hutan Seruyan, Kalimantan Tengah.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak