alexametrics

IHSG Dibuka Berbalik Menyusut Saat Bursa Asia Memerah

loading...
IHSG Dibuka Berbalik Menyusut Saat Bursa Asia Memerah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan, Jumat (31/8) dengan pelemahan untuk mengiringi kebanyakan bursa utama Asia yang juga masih tertekan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan, Jumat (31/8/2018) dengan pelemahan untuk mengiringi kebanyakan bursa utama Asia yang juga masih tertekan. Pagi ini, IHSG dibuka menyusut 51,05 poin atau 0.85% menjadi 5,967.91.

Pada perdagangan kemarin, berakhir jatuh, meski tidak terlalu besar. Hingga sesi penutupan, bursa saham Tanah Air kehilangan 46,19 poin atau 0,76% menjadi 6.018,96 terseret pelemahan terdalam yaitu sektor infrastruktur mencapai 1,55%.

Pagi ini sektor saham dalam negeri tanpa terkecuali terkapar dipimpin kejatuhan terdalam sektor aneka industri 2.03% serta industri dasar ambruk 1.49%. Tercatat pelemahan juga terjadi pada beberapa sektor seperti menufaktur sekitar 1,42%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,54 miliar dengan 3,93 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp358,55 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,00 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,36 triliun. Tercatat 28 saham naik, 93 saham turun dan 355 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) yang baru saja mencatatkan saham perdana meningkat Rp215 ke level Rp1.085 serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) lebih tinggi 0,8% menjadi Rp8.875, PT Petrosea Tbk. (PTRO) melompat Rp75 menjadi Rp1.775.

Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun Rp150 menjadi Rp7.475, PT XL Axiata Tbk (EXCL) jatuh 3,8% menjadi Rp3.030, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyusut Rp110 menjadi Rp2.750.

Di sisi lain, pasar saham Asia secara luas juga memerah, menyusul kabar bahwa Trump mendukung peningkatan tensi perang perdagangan dengan China. Sebelumnya Wall Street mengakhiri kenaikan beruntun empat hari di sesi terakhir, terimbas pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan tarif lanjutan.

Indeks Nikkei Jepang cenderung menghapus beberapa kerugian sebelumnya, meski diperdagangkan masih jatuh 0,11% di sesi pagi ketika sebagian besar sektor tergelincir. Selanjutnya indeks Kospi di Korea Selatan terlihat stabil, lantaran industri kelas berat seperti Samsung Electronics naik sekitar 0,1%.

Kemerosotan terjadi pada bursa saham Australia mencapai 0,17% terserat penyusutan sektor telekomunikasi sebesar 3,66% untuk berbalik ketika hari sebelumnya sempat mencetak hasil positif. Sentimen positif kemarin datang dari kabar merger antara TPG Telecom dan Hutchison Telecommunications (Australia).

Tren pelemahan juga terlihat di daratan China, untuk melanjutkan sejak sesi terakhir. Indeks Hang Seng di Hong Kong lebih rendah sekitar 1,3% dalam sesi perdagangan pagi ini. Sedangkan komposit Shanghai turun 0,58% sementara komposit Shenzhen turun sekitar 0,84%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak