alexametrics

Cegah Krisis Mata Uang Akut, Argentina Akan Potong Belanja Negara

loading...
Cegah Krisis Mata Uang Akut, Argentina Akan Potong Belanja Negara
Pemerintahan Argentina diprediksi segera mengumumkan kebijakan pemotongan belanja negara sebagai upaya untuk mengatasi krisis mata uang akut. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BUENOS AIRES - Pemerintahan Argentina diprediksi segera mengumumkan kebijakan pemotongan belanja negara yang dijadwal pada awal pekan, hari ini sebagai upaya untuk mengatasi krisis mata uang akut yang menimpa negara tersebut. Tercatat, mata uang Peso telah kehilangan sekitar setengah nilainya sepanjang tahun ini.

Seperti dilansir BBC, Senin (3/9/2018) kejatuhan Peso tak terbendung, meskipun Bank Sentral menaikkan suku bunga acuan menjadi 60% untuk menstabilkan mata uang. Presiden Mauricio Macri telah berjanji untuk mengatasi efek dari hal itu terhadap membengkaknya utang.

Berdasarkan laporan media, akibat dari kemerosotan nilai tukar Peso membuat sekitar 10 Menteri bakal dipecat. Isu tersebut mencuat saat Menteri Keuangan Argentina Nicolas Dujovne bersiap melakukan perjalanan ke Washington pada hari Selasa untuk bertemu dengan kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde.



Pada bulan Juni, Argentina terpaksa meminta pinjaman senilai USD50 miliar atau setara sekitar Rp732,8 triliun dari Dana Moneter Internasional ( IMF) untuk mengatasi krisis. IMF sendiri merupakan sebuah organisasi yang masih dibenci oleh negara tersebut, lantaran perannya dalam krisis ekonomi yang sempat menimpa Argentina pada 2001.

Pemerintah mengatakan langkah itu diperlukan untuk meyakinkan investor internasional, setelah penurunan ekspor pertanian, harga energi yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat sehingga telah mendorong banyak orang untuk menarik dana dari Argentina.

Dujovne mengaku targetnya adalah menyelesaikan segara kesepakatan sehingga mempercepat IMF untuk menggelontorkan dana pinjaman kepada Argentina. Sementara IMF telah meminta Argentina untuk mengatasi defisit fiskal yang besar, sebuah tujuan yang biasanya dicapai dengan mengurangi pengeluaran pemerintah.

Argentina sendiri telah dilanda oleh masalah ekonomi selama bertahun-tahun, dan Macr, yang terpilih tiga tahun lalu, berjanji untuk membalikkan tahun proteksionisme di bawah pendahulunya, Cristina Fernandez de Kirchner. Pemerintahannya, yang berkuasa mulai 2007 hingga 2015, menasionalisasi perusahaan dan mensubsidi banyak barang dan jasa sehari-hari, mulai dari utilitas hingga transmisi sepak bola di televisi.

Meskipun inflasi merajalela, IMF mengatakan bulan lalu mereka mengharapkan ekonomi Argentina untuk stabil pada akhir tahun dan pemulihan bertahap untuk dimulai pada 2019.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak