alexametrics

Harga Emas Antam dan Harga Emas Dunia Kompak Melemah

loading...
Harga Emas Antam dan Harga Emas Dunia Kompak Melemah
Harga emas Antam dan emas dunia melemah pada hari ini. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Harga jual emas dan beli kembali (buyback) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Rabu (5/9/2018) melemah. Melansir situs Logammulia.com, harga jual emas Antam turun Rp1.000 menjadi Rp655.000 per gram dan harga buyback berkurang Rp2.000 menjadi Rp567.000 per gram.

Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.261.000 dengan harga per gram Rp630.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.873.000 dengan harga per gram Rp624.333. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.102.000 dengan harga per gram Rp620.400.

Harga emas 10 gram dijual Rp6.119.000 dengan harga per gram Rp611.900. Harga emas 25 gram dijual Rp15.172.500 dengan harga per gram Rp606.900. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.224.000 dengan harga per gram Rp604.480.



Harga emas 100 gram sebesar Rp60.328.000 dengan harga per gram Rp603.280. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp150.428.500 dengan harga per gram Rp601.714, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp300.555.000 dengan harga per gram Rp601.110.

Posisi harga jual emas Antam di Pulogadung melemah Rp1.000 ke level Rp650.000 per gram dan buyback turun Rp2.000 ke level Rp567.000 per gram. Dan harga emas Jakarta II dijual pada posisi Rp655.000 per gram serta buyback pada level Rp567.000 per gram.

Melemahnya harga emas Antam juga selaras dengan harga emas dunia. Melansir dari Reuters, Rabu (5/9), harga emas jatuh ke level terendah satu minggu karena kekhawatiran perang dagang telah mendorong permintaan dolar AS sebagai safe haven, sehingga merusak status emas sebagai safe haven logam.

Harga emas di pasar spot berubah ke level USD1.191,45 per ons pada pukul 01:02 GMT dan harga emas berjangka Amerika Serikat, turun 0,1% ke level USD1.197,90 per ons.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak