alexametrics

Bisnis Logistik Dituntut Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

loading...
Bisnis Logistik Dituntut Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0
Industri logistik, transportasi dan supply chain di Indonesia dituntut untuk dapat menghadapi era Revolusi Industri 4.0 sehingga dapat mengatasi dampak dari disrupsi teknologi. Foto/Heru Febrianto
A+ A-
JAKARTA - Industri logistik, transportasi dan supply chain di Indonesia dituntut untuk dapat menghadapi era Revolusi Industri 4.0 sehingga dapat mengatasi dampak dari disrupsi teknologi. Menghadapi hal tersebut, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bekerja sama dengan Reed Panorama Exhibitions dan asosiasi terkait menggelar perhelatan Transport, Supply Chain & Logistics (ITSCL) 2018.

Kepala Komite Tetap Kadin Bidang Logistik, Supply Chain dan SDM, Nofrisel mengatakan, perkembangan industri yang semakin terintegrasi ditunjang oleh pemanfaatan teknologi seperti internet of things (iot), telah mendorong industri transportasi, logistik, supply chain untuk saling berkolaborasi secara intensif.

"Di samping itu, bisnis model korporasi di sektor transportasi, logistik dan supply chain juga dituntut untuk terus menyesuaikan, mengingat sektor ini adalah salah satu industri yang terkena disrupsi," kata Nofrisel dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurutnya, dalam penyelenggaraan ITSCL 2018, para pemerhati dan pelaku sektor transportasi, logistik dan supply chain dapat mengetahui lebih banyak terkait informasi terkait penerapan teknologi terkini. Selain itu juga membahan arah kebijakan nasional bidang transportasi, logistik dan juga supply chain.

Dengan mengusung tema 'Innovation Towards Industrial Revolution 4.0, Are We Ready?' ITSCL ke-5 ini di selenggarakan 12-14 September 2018 di Hall A JIEXPO, Kemayoran, Jakarta. Acara yang terbuka untuk umum ini turut menghadirkan raturan pelaku usaha transportasi, supply chain dan logistik dari dalam dan luar negeri.

"Acara ini siap menjadi tempat para pelaku industri terkait, baik lokal maupun internasional untuk membahas isu, jaringan, strategi serta menciptakan peluang bisnis baru di sektor transportasi dan logistik," harapnya.

Untuk diketahui, bisnis logistik Tanah Air diprediksi mengalami pertumbuhan di tahun 2018 dan tahun-tahun mendatang. Hal ini didukung oleh perkembangan tren perdagangan elektronik (e-commerce) yang semakin pesat dan menjadi tren terbaru bagi masyarakat Indonesia. "Era yang serba digital ini telah mendorong kita untuk melakukan berbagai perubahan untuk mengikuti perkembangan industri," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak