alexametrics

PermataBank Pacu Inklusi Keuangan Lewat Wealth Wisdom

loading...
PermataBank Pacu Inklusi Keuangan Lewat Wealth Wisdom
Konferensi tahunan terbesar seputar finansial dan wealth management menjadi rangkaian platform literasi keuangan dan bagian dari gerakan #BicaraUang yang diinisiasi PermataBank. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (PermataBank) menggelar acara Wealth Wisdom 2018. Perhelatan akbar ini merupakan salah satu acara konferensi tahunan terbesar seputar finansial dan wealth management serta menjadi rangkaian platform literasi keuangan dan bagian dari gerakan #BicaraUang yang diinisiasi oleh PermataBank.

Direktur Utama PermataBank Ridha DM Wirakusumah mengatakan, berlandaskan Mind, Body, Soul + Tech sebagai tema Wealth Wisdom 2018, PermataBank percaya acara ini dapat menjadi medium untuk menginspirasi serta mengedukasi masyarakat Indonesia. "Sejak tahun 2014 Wealth Wisdom telah diselenggarakan secara berkesinambungan dan berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis," ujar Ridha saat sambutan acara Wealth Wisdom 2018 di Jakarta, Rabu (5/9).

Dia melanjutkan, di tahun 2018 ini perseroan mengusung konsep yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yaitu menambahkan makna pentingnya teknologi dalam memperkaya kualitas hidup. Jika mengacu data yang dikeluarkan oleh Nielsen, perkembangan teknologi seperti penggunaan internet sudah berhasil menyasar segenap lapis generasi dari baby boomers, generasi X, millenials hingga generasi Z.



"Millennials menjadi generasi yang paling mendominasi dengan pencapaian pengguna internet tertinggi dibandingkan dengan generasi yang lainnya," katanya.

Dia mengungkapkan, internet juga membidik beberapa industri di tanah air diantaranya news and information, entertainment dan financial. “Kami menyadari kecenderungan saat ini dimana teknologi menjadi sangat penting dalam keseharian masyarakat," urainya. Oleh karena itu, perseroan pun percaya teknologi memiliki peran penting dalam memaknai kaya dan bahagia yang sesungguhnya dalam kehidupan.

Selain melalui Wealth Wisdom, PermataBank baru-baru ini juga meluncurkan PermataMobile X. Menurut Ridha, peluncuran Permata Mobile X ini merupakan inovasi dari layanan m-banking sebelumnya untuk mempermudah transaksi nasabah. Melalui layanan Permata Mobile X, Permata Bank berharap dapat lebih fokus pada nasabah ritel.

"Ini sebagai jawaban dari perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankannya kapan saja dan dimana saja sehingga berbanking menjadi lebih simple, fast dan reliable," jelas dia.

Adapun perhelatan akbar Wealth Wisdom 2018 ini dilengkapi kelas-kelas yang komperhensif dan edukatif untuk menyampaikan beragam pesan yang berkaitan dengan kekayaan hidup yang sesungguhnya. Terdapat lebih dari 40 sesi kelas inspiratif dengan lebih dari 70 pembicara ternama yang akan memberikan paparan dan isu-isu terkini yang sering dihadapi oleh masyarakat digital melalui sharing ilmu dan pengalaman mereka.

Semua kelas digelar secara menarik dengan gaya dan pembahasan unik masing-masing pembicara. Beberapa diantaranya adalah sesi Indonesia Economic Outlook, Parenting, Healthy living, digital start-up dan entrepreneurship, kelas menulis dan banyak lagi.

Terdapat juga beberapa workshop dan 3 ekshibisi yaitu #Shopalogic Museum, #JanganDiTunda Property Expo, dan #lnvestAsyik Wealth Bazaar yang akan memberikan pengalaman baru untuk mereka yang ingin mengetahui lebih mendalam Wealth Wisdom 2018.

Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito menambahkan, perhelatan Wealth Wisdom 2018 ini sangat baik untuk meningkatkan tingkat pemahaman keuangan masyarkat. Dia memaparkan, pada tahun 2016 tingkat literasi keuangan baru mencapai 29%, sementara inklusi keuangan sekitar 68%.

Maka dari itu, OJK terus berupaya mendorong tingkat inklusi keuangan atau kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses dan layanan dari lembaga atau jasa keuangan di Indonesia. Adapun salah satu upaya OJK dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak.

Menurut dia, partisipasi lembaga jasa keuangan, pemangku kepentingan dan organisasi lainnya sangat diperlukan agar pencapaian indeks literasi dan inklusi keuangan dapat tercapai sesuai dengan target. "Capaian inklusi keuangan pada 2019 diharapkan bisa mencapai target di angka 75%," pungkas dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak