alexametrics

Harga Jual Emas Antam dan Emas Dunia Kembali Naik

loading...
Harga Jual Emas Antam dan Emas Dunia Kembali Naik
Harga emas Antam dan emas dunia kembali melanjutkan kenaikan. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Harga jual emas dan beli kembali (buyback) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat (7/9/2018) naik tipis. Melansir situs Logammulia.com, harga jual emas Antam naik Rp1.000 menjadi Rp662.000 per gram dan harga buyback tetap di level Rp573.000 per gram.

Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.275.000 dengan harga per gram Rp637.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.894.000 dengan harga per gram Rp631.333. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.137.000 dengan harga per gram Rp627.400.

Harga emas 10 gram dijual Rp6.190.000 dengan harga per gram Rp619.000. Harga emas 25 gram dijual Rp15.348.500 dengan harga per gram Rp613.940. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.577.000 dengan harga per gram Rp611.540.



Harga emas 100 gram sebesar Rp61.034.000 dengan harga per gram Rp610.340. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp152.194.500 dengan harga per gram Rp608.778, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp304.087.000 dengan harga per gram Rp608.174.

Posisi harga jual emas Antam di Pulogadung bertambah Rp1.000 ke level Rp657.000 per gram dan buyback tetap di level Rp573.000 per gram. Dan harga emas Jakarta II dijual pada posisi Rp662.000 per gram serta buyback pada level Rp573.000 per gram.

Idem, harga emas dunia juga naik pada perdagangan Jumat (7/9/2018). Mengutip dari Reuters, emas berkilau mengambil keuntungan daru jatuhnya dolar AS terhadap yen Jepang, karena kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump akan membidik masalah perdagangan dengan Jepang.

Hal ini membuat harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.202,43 per ons pada pukul 00:49 GMT dan harga emas berjangka Amerika Serikat menguat 0,3% menjadi USD.1207,60 per ons.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak