alexametrics

Pelemahan Rupiah Berpotensi Menggerus Cadangan Minyak

loading...
Pelemahan Rupiah Berpotensi Menggerus Cadangan Minyak
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD dikhawatirkan bisa berdampak terhadap impor Migas yang akhirnya berpotensi menggerus cadangan nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), khususnya dalam beberapa pekan terakhir dikhawatirkan bisa berdampak terhadap sektor minyak dan gas bumi (migas). Pasalnya dengan rupiah yang mendekati level Rp15.000, bakal membuat impor minyak PT Pertamina menjadi sangat mahal.

"Bahwa saat ini dengan harga minyak di atas USD70 per barel dan dolar mencapai angka Rp15.100 akan membuat masalah untuk Pertamina. Masalah utama apabila harga minyak di atas USD74 per barel dan dolar Rp15.100, maka Pertamina akan tidak mampu melakukan impor untuk kemudian bakal menggerus cadangan minyak kita," ujar Ketua Gerakan Nasional Energi untuk Bangsa, M Nur Fikri di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Oleh sebab itu menurutnya, Pertamina harus mempunyai pemimpin yang memiliki integritas kuat. Lebih terang dia, BUMN Migas harus bisa menghadapi tantangan industri migas saat ini, demi menjadi perusahaan kelas dunia.



"Oleh karena itu diperlukan dirut yang memiliki integritas dan harus yang kuat dan berani mengatakan tidak untuk kepentingan kelompok yang mengambil keuntungan tidak sehat untuk Pertamina dan direktur harus fokus untuk menyelesaikan masalah dan tantangan Pertamina untuk menjadi perusahaaan kelas dunia yang menguntungkan bangsa Indonesia," jelasnya

Selain itu, terang dua, pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus profesional dalam membuat kebijakan agar memberikan keuntungan untuk bangsa ini. "Dan pemerintah melalui menteri BUMN harus profesional dan membuat kebijakan strategis untuk Pertamina sebagai BUMN terbesar di Indonesia agar dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya untuk bangsa Indonesia," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak