alexametrics

China Sebut Sistem Perdagangan Dunia Perlu Direformasi

loading...
China Sebut Sistem Perdagangan Dunia Perlu Direformasi
China menilai perlunya reformasi sistem perdagangan dunia, termasuk WTO di dalamnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BEIJING - China menilai sistem perdagangan dunia saat ini tidak sempurna dan perlu direformasi, termasuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), untuk membuatnya menjadi lebih adil dan efektif.

China yang saat ini terlibat perang dagang sengit dengan Amerika Serikat (AS) telah berulang kali menegaskan untuk menegakkan sistem perdagangan bebas dan multilateral, dengan WTO di pusatnya.

Namun, saat berbicara kepada wartawan setelah bertemu Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Penasihat Negara China Wang Yi mengatakan beberapa reformasi bisa menjadikan sistem perdagangan dunia menjadi lebih baik.

China, tegas dia, selalu mendukung perlindungan perdagangan bebas dan percaya bahwa multilateralisme dengan WTO pada intinya harus diperkuat.



"Namun pada saat yang sama, kami tidak percaya bahwa sistem saat ini sudah sempurna dan tanpa cacat," katanya seperti dikutip Reuters, Jumat (14/9/2018).

Wang mengatakan, China mendukung reformasi yang diperlukan untuk kesempurnaan sistem saat ini, termasuk WTO, untuk membuatnya lebih adil, lebih efektif dan lebih rasional.

Prinsip dasar WTO dalam menentang proteksionisme dan mendukung perdagangan bebas, kata dia, tidak boleh berubah. Akan tetapi, hak-hak negara berkembang pun menurutnya tidak boleh diabaikan.

"Tujuan reformasi adalah untuk memungkinkan semua negara menikmati hasil perkembangan globalisasi secara lebih adil, tidak untuk lebih memperlebar perbedaan antara selatan dan utara," tambah Wang.

Reformasi WTO, kata dia, perlu mendengarkan suara dari semua pihak dan konsultasi luas, terutama mendengarkan dan menghormati pendapat negara berkembang, daripada hanya mengizinkan satu pihaknya saja untuk memiliki suara.

"Isu reformasi WTO sangat kompleks, dan melibatkan banyak bidang. (China) berharap semua pihak tetap sabar dan maju selangkah demi selangkah," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak