alexametrics

Rupiah Melambung Memanfaatkan Limbungnya Dolar AS

loading...
Rupiah Melambung Memanfaatkan Limbungnya Dolar AS
Rupiah hari ini dibuka menguat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat (14/9) di indeks Bloomberg, dibuka melambung 39 poin atau 0,26% ke level Rp14.801 per USD.

Laju rupiah pada pukul 11.06 WIB juga berada di zona positif, dengan menguat 12 poin atau 0,08% di level Rp14.827 per USD. Sedangkan Kamis lalu, rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.840 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah menguat 13 poin atau 0,09% ke level Rp14.820 per USD, berbanding Kamis kemarin di level Rp14.833 per USD.

Sedangkan, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di Rp14.835 per USD, melemah 41 poin atau 0,28% dari posisi Rp14.794 pada Kamis lalu.

Rupiah menguat memanfaatkan melemahnya indeks harga konsumen AS (CPI), yang merupakan pengukur tingkat inflasi. CPI AS hanya naik 0,2% pada Agustus, lebih rendah dari proyeksi para analis ekonomi sebesar 0,3%.

Melansir dari Reuters, Jumat (14/9), dolar AS juga mendapat tekanan dari euro setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menyatakan bakal menaikkan suku bunga pada musim gugur mendatang dan mempertahankan inflasi yang rendah.

"Dolar AS telah merosot terutama karena data CPI Amerika yang lunak. Euro juga menguat setelah pandangan Draghi meski tidak bisa digambarkan sebagai kebijakan yang hawkish," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo.

Alhasil, indeks USD terhadap enam mata uang utama sedikit berubah menjadi 94,563, setelah semalam tergelincir ke level 94,428, terendah sejak 31 Agustus. Euro stabil pada USD1,1691 setelah menguat lebih dari 0,5% semalam ketika menyentuh level tertinggi dua minggu di USD1,1701.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak