alexametrics

Iran Sebut Amerika, Saudi dan Rusia Bersekongkol di Pasar Minyak

loading...
Iran Sebut Amerika, Saudi dan Rusia Bersekongkol di Pasar Minyak
Gubernur OPEC Iran Hossein Kazempour Ardebili. Foto/SHANA
A+ A-
LONDON - Gubernur OPEC Iran Hossein Kazempour Ardebili mengatakan bahwa Arab Saudi dan Rusia telah bersekongkol di pasar minyak, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi ekonomi dan selanjutnya sanksi ekspor minyak Iran.

Pada November mendatang, Washington menjatuhkan sanksi ekspor minyak Iran. Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Iran, Amerika mendorong Arab Saudi dan Rusia untuk meningkatkan produksi.

"Rusia dan Arab Saudi mengklaim mereka ingin menyeimbangkan pasar minyak global. Tetapi yang sebenarnya mereka bersekongkol mengambil alih bagian dari jatah Iran," ujar Ardebili seperti dilansir Reuters, Sabtu (15/9/2018).

Mantan Menteri Perdagangan Iran tersebut menambahkan, upaya Trump untuk memangkas akses Iran ke pasar minyak mentah global telah mendorong Rusia dan Arab Saudi untuk mengambil pasar mereka.



Kazempour Ardebili mengatakan kepada Reuters di London, bahwa Amerika Serikat akan kesulitan memotong ekspor minyak Iran secara keseluruhan. Karena akan membuat pasar minyak semakin ketat. Dan AS tidak mungkin sendirian untuk menutupi kekurangan pasokan minyak global yang ditinggal Iran.

Karena itu, dirinya menuding Moskow dan Riyadh menyambut sanksi terhadap Iran untuk keuntungan mereka sendiri. Tindakan tersebut, kata dia, telah merusak kredibilitas Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

"Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah mengubah OPEC menjadi alat Amerika Serikat," kecamnya.

Di bawah tekanan Trump untuk menurunkan harga minyak, OPEC dan para sekutunya sepakat meningkatkan produksi minyak. Melawan kesepakatan sejak awal 2017, yaitu memangkas produksi demi menaikkan harga si emas hitam.

Produksi minyak OPEC pun meningkat sejak tekanan dari Trump. Bahkan Arab Saudi telah meningkatkan produksi minyak lebih banyak daripada awal tahun ini.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak