alexametrics

IPO, HK Metal Buka Harga di Kisaran Rp190-230 per Saham

loading...
IPO, HK Metal Buka Harga di Kisaran Rp190-230 per Saham
Paparan publik PT HK Metals Utama Tbk terkait rencana IPO perseroan di Jakarta, Kamis (20/9/2018). Foto/Yanuar
A+ A-
JAKARTA - PT HK Metals Utama Tbk pada hari ini melakukan paparan publik dalam rangka penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Associate Director Trimegah Sekuritas Nurleni Febriana mengatakan, HK Metal menawarkan saham perdana di kisaran harga Rp190-230 per saham.

"Memang dari analisis kita di sini PE-nya (price to earning ratio) itu di 16,6 sampai 21,4 kali pada 2018 dan 7,3 sampai 9,4 kali pada 2019," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Direktur Utama HK Metals Utama Ngasidjo Achmad menjelaskan, seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan untuk penyertaan modal entitas anak sebesar Rp90 miliar. "Sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan entitas anak," jelasnya.



Dalam penawaran umum perdana saham ini, bertindak sebagai penjamin emisi efek yang telah ditunjuk oleh perseroan yaitu PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Perseroan dan penjamin pelaksana emisi efek merencanakan periode bookbuilding pada 19-26 September 2018 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 9 Oktober 2018

HK Metals Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan, jasa, pembangunan, dan perindustrian dengan struktur pemegang saham PT HYAMN Sukses Abadi sebesar 95,45%, Ngasidjo Achmad sebesar 4,54% dan Andriani sebesar 0,01%.

Perseroan memiliki enam anak perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan distribusi produk selain coil galvalume bahan baku baja ringan, di antaranya manufaktur dan distribusi alumunium, manufaktur pipa PVC, manufaktur pipa stainless, manufaktur kloset, dan distributor peralatan pertukangan.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak