alexametrics

Kaitkan Dukungan ke Arab, Trump Minta OPEC Turunkan Harga Minyak

loading...
Kaitkan Dukungan ke Arab, Trump Minta OPEC Turunkan Harga Minyak
Presiden AS Donald Trump kembali mendesak OPEC menekan harga minyak mentah dunia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi mendesak Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menurunkan harga minyak dunia. Trump bahkan mengaitkan dukungan AS untuk negara-negara Timur Tengah dalam permintaan tersebut.

"Kami melindungi negara-negara di Timur Tengah, mereka tidak akan aman untuk waktu yang lama tanpa kami, namun mereka terus mendorong harga minyak yang lebih tinggi dan lebih tinggi! Kami akan ingat. OPEC harus menurunkan harga sekarang!" cuit Trump melalui Twitter seperti dikutip Reuters, Kamis (20/9/2018).

Trump telah mengecam OPEC selama beberapa bulan terakhir. Tak heran, sebab naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di AS akan menciptakan sakit kepala politik bagi Trump sebelum pemilihan kongres November mendatang.



Trump telah meminta Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, untuk meningkatkan produksi, mengatakan bahwa itu akan membantu Amerika menurunkan harga bahan bakar karena Washington membantu Riyadh dalam perjuangannya melawan Iran.

Namun, menurut sumber OPEC kepada Reuters, OPEC dan sekutunya tidak mungkin menyetujui peningkatan resmi dalam produksi minyak mentah ketika mereka bertemu di Aljazair akhir pekan ini, meskipun tekanan meningkat pada produsen utama untuk mencegah lonjakan harga minyak menjelang sanksi baru AS terhadap Iran.

Sanksi baru itu akan berlaku pada bulan November, sebagai hasil dari keputusan Trump untuk keluar dari kesepakatan 2015 tentang program nuklir Iran.

Arab Saudi disebut-sebut khawatir bahwa setiap lonjakan terkait sanksi dalam harga minyak akan memicu kritik baru dari Trump, tetapi juga menghadapi keraguan atas kemampuannya untuk mengimbangi penurunan pasokan Iran.

Dalam kunjungan ke Moskow bulan ini, Sekretaris Energi AS Rick Perry mengatakan Arab Saudi, Amerika Serikat dan Rusia dapat meningkatkan produksi global dalam 18 bulan ke depan untuk mengkompensasi penurunan pasokan minyak dari Iran.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak