alexametrics

Dolar AS dan Yen Merosot Karena Ketegangan Perdagangan Menyurut

loading...
Dolar AS dan Yen Merosot Karena Ketegangan Perdagangan Menyurut
Dolar AS dan yen Jepang merosot seiring surutnya ketegangan perdagangan AS-China. Foto/Business Times
A+ A-
TOKYO - Dolar Amerika Serikat (USD) dan yen Jepang merosot pada perdagangan Jumat (21/9/2018). Hal ini disebabkan menurunnya permintaan atas dua mata uang safe haven tersebut, imbas dari menyurutnya ketegangan perdagangan antara AS dengan China.

Sejak ketegangan perdagangan antara Amerika dengan China membuncah pada Maret lalu, permintaan atas mata uang safe haven, terutama USD terus meningkat sehingga melambungkan nilainya. Namun, secara perlahan, ketegangan perdagangan mulai surut.

Investor menilai konflik dagang kedua negara ekonomi besar tersebut tidak menakutkan seperti yang diberitakan. Melansir CNBC, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon mengatakan konflik dagang AS dan China hanya "pertempuran dagang" dua negara bukan perang dagang secara global yang selama ini banyak diberitakan.

Melansir dari Reuters, Jumat (21/9), surutnya ketegangan perdagangan membuat indeks USD terhadap enam mata uang berada di level 93,910, setelah semalam turun ke level 93,829, yang merupakan level terendah sejak 9 Juli.

Sepekan ini, indeks USD telah jatuh 1%. Investor mulai beralih dari greenback ke mata uang negara berkembang seiring dengan tren kenaikan suku bunga di pasar negara-negara berkembang.

Hasil ini membuat euro berada di USD1,1777 setelah semalam naik 0,9%. Mendekati level puncak tiga bulan lalu di angka USD1,1785. Dolar AS juga melemah terhadap dolar Australia menjadi USD0,7293. Dolar Australia telah menguat 1,9% terhadap USD selama sepekan ini. Namun USD menguat terhadap yen Jepang menjadi 112,48 yen.

"Menyurutnya masalah perdagangan AS-China telah membuat dolar menurun. Dibantu dengan tren kenaikan bunga di negara berkembang seperti Turki dan Afrika Selatan," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valuta asing di Mizuho Securities di Tokyo.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak