alexametrics

Rupiah Berdiri Kokoh di Akhir Sesi, USD Menuju Kejatuhan Terbesar

loading...
Rupiah Berdiri Kokoh di Akhir Sesi, USD Menuju Kejatuhan Terbesar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada akhir sesi perdagangan, Jumat (21/9) berdiri kokoh di zona hijau ketika USD menuju pelemahan terbesar mingguan dalam tujuh bulan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir sesi perdagangan, Jumat (21/9/2018) berdiri kokoh di zona hijau untuk memberikan sinyal positif menyambut pekan depan. Kebangkitan mata uang Indonesia terjadi ketika USD menuju pelemahan terbesar mingguan dalam tujuh bulan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore melompat tinggi ke level Rp14.813/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.840/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.790 hingga Rp14.840/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini menjaga tren perbaikan dengan berada pada level Rp14.816/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah terus melaju positif dibanding penutupan kemarin Rp14.845/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah menguat menjadi Rp14.816/USD. Posisi tersebut perkasa dari tengah pekan kemarin Rp14.849/USD dengan pergerakan harian rupiah pada hari ini berada di kisaran Rp14.800-Rp14.837/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur pemulihan di level Rp14.824/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah berbalik melawan USD dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.839/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar melemah terhadap sebagian besar rivalnya pada hari Jumat, ketika ada pembatasan mata uang Inggris, karena pasar ekuitas yang lebih kuat dan meningkatnya imbal hasil obligasi memicu pembelian aset berisiko.

Pada awal perdagangan, dolar merosot 0,1% menjadi 93,82 atau menjadi terendah dalam hampir tiga bulan dan menuju penurunan mingguan terbesar sejak awal Februari. Aksi jual dalam dolar dimulai pada akhir sesi perdagangan Eropa, kemarin ketika investor meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve AS akan menghentikan tren kenaikan suku bunga.

Tekanan juga menimpa Pounds, usai jatuh dari posisi tertinggi dua bulan setelah para pemimpin Uni Eropa memperingatkan Perdana Menteri Theresa May bahwa mereka siap mengantisipasi akhir negosiasi Brexit tanpa kesepakatan. Pound jatuh 0,4% menjadi 1,3218 terhadap USD untuk menjauhi posisi tertinggi dua bulan 1,3295.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak