alexametrics

Kementan Dorong Kabupaten Brebes Jadi Sentra Pisang

loading...
Kementan Dorong Kabupaten Brebes Jadi Sentra Pisang
Kementan melalui program Bekerja akan menjadikan Kabupaten Brebes sebagai sentra poduksi pisang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Melalui Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Kabupaten Brebes sebagai kawasan pisang. Dengan menjadikan Brebes sebagai kawasan pisang, diyakini industri kecil maupun sedang akan masuk ke Brebes untuk memproduksi beragam produk olahan berbasis pisang.

"Nantinya pihak swasta sebagai industri kecil dan menengah akan diundang untuk masuk ke daerah ini untuk memproduksi, misalnya kripik pisang," papar Ketua Program Bekerja Kementan Nasrullah dalam siaran pers, Minggu (23/9/2018).

Nasrullah menyatakan pihaknya telah membicarakan hal tersebut dengan pemerintah daerah setempat, termasuk industri kecil maupun sedang. Guna mendukung upaya tersebut, Nasrullah menjelaskan bahwa sebanyak 28.460 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Brebes dapat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.

"Kalau semua RTM itu menanam 3 pohon saja, tentu UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) mau datang ke daerah ini. Ini adalah potensi besar untuk saudara-saudara kita agar keluar dari garis kemiskinan dan hidup lebih sejahtera dari komoditas pertanian. Ini pun akan terus berlanjut," jelas Nasrullah.

Sesuai data Kementerian Sosial (Kemensos), Kabupaten Brebes merupakan salah satu lokasi dari Program Bekerja yang digelar di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Bulakamba yang tersebar di 17 desa dengan jumlah RTM-P sebanyak 8.446 KK, Bumiayu (15 desa) dengan jumlah RTM-P sebanyak 3.096 KK, Wanasari tersebar (20 desa) dengan jumlah RTM-P sebanyak 9.622 KK, dan Ketanggungan tersebar (21 desa) dengan jumlah RTM-P sebanyak 7.296 KK.

Terkait dengan bantuan benih hortikultura berupa sayuran dan pisang ini, Kepala Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Rony menyambut baik upaya ini. Untuk itu, kata dia, pihaknya terlebih dulu akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Prihasto Setyanto, Ketua Program Bekerja Ditjen Hortikultura Kementan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan benih pisang untuk 122 hektare. Ini setara dengan 122.000 batang pisang. Sedangkan benih sayuran seperti jagung manis, kangkung darat, dan pare diberikan untuk 290 hektare.

Asisten Daerah II Kabupaten Brebes Muhammad Iqbal melihat masyarakat Bumiayu antusias dan berharap agar bantuan yang diberikan pemerintah bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di daeran ini. "Kabupaten Brebes akan melakukan pendampingan, khususnya pembiayaan nantinya," katanya.

Nasrullah berharap Program Bekerja ini berkelanjutan karena dinilai ampuh mengatasi ekonomi sulit rumah tangga, khususnya RTM. Program ini memberikan peluang untuk membantu peningkatan pendapatan masyarakat miskin.

Selain memberikan benih pisang, Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyediakan benih produk hortikultura lain seperti kangkung darat, pare, jagung manis. Termasuk bantuan ayam 50 ekor per rumah tangga.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak