alexametrics

Sri Mulyani: Pidato Donald Trump Pengaruhi Ekonomi Dunia

loading...
Sri Mulyani: Pidato Donald Trump Pengaruhi Ekonomi Dunia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencermati pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-73 yang berlangsung di New York, AS pada Selasa (25/9) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Trump membela perang tarif yang dilakukannya dan menegaskan di hadapan para pemimpin dunia, AS akan terus bertindak jika perdagangan mereka terus dicurangi. Menurut Sri Mulyani, pidato dari Donald Trump menentukan arah ekonomi global. Dalam hal ini, pidato Trump bersifat nasionalistis.

"Kalau lihat perekonomian dunia tadi malam, kebetulan saya bangun jam 2 pagi. Saya lihat di TV di New York lagi ada pidato kepala negara yang menghadiri pertemuan tahunan PBB, dalam hal ini membentuk tone atau nada maupun arah dari kemana geopolitik dunia akan menjurus. Dan satu yang tentu kita ikuti dari berita adalah Pidato Presiden Trump yang sangat nasionalitis," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (26/9/2018).



Kata Sri Mulyani, pidato yang disampaikan Presiden AS tersebut membuat kondisi geopolitik dunia berubah drastis. Dan mempengaruhi ekonomi global, sehingga menekan pasar negara-negara berkembang.

Sri Mulyani pun mengingatkan agar perekonomian Indonesia jangan sampai rapuh dengan kondisi global yang terus terjadi. Sri Mulyani menjelaskan sebagai bangsa Indonesia, kita hidup di bumi yang sama sebagai bangsa manusia. Meski identitasnya adalah bangsa Indonesia. Dan sesuai dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945 (menjaga dan memilihara perdamaian dunia).

"Jadi ada selalu ada kombinasi apa yang disebut sebagai sovereign state (negara berdaulat) dan sovereign issue dengan yang disebut global problem. Dan global problem ini yang harus ditangani bersama," tambahnya.
(ven)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak