alexametrics

Dolar AS Naik ke Level Tertinggi Karena Kejatuhan Euro

loading...
Dolar AS Naik ke Level Tertinggi Karena Kejatuhan Euro
Dolar AS menguat berkat kejatuhan euro. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Dolar Amerika Serikat (USD) naik ke level tertinggi setelah satu pekan terhadap enam mata uang utama. Melansir dari Reuters, Jumat (28/7/2018), indeks USD menguat berkat kenaikan suku bunga The Fed, prospek ekonomi Amerika dan melemahnya euro karena kekhawatiran tentang anggaran Italia.

Selain itu, dolar mendapat energi setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik Kanada yang dianggap lambat dalam melakukan perundingan baru Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Hal ini membuat USD perkasa terhadap dolar Kanada.

"The Fed bergerak lebih cepat dalam melakukan normalisasi kebijakan dibandingkan sebagian besar bank sentral di dunia. Inilah yang telah mendukung dolar," analisa Erik Nelson, ahli strategi mata uang di Wells Fargo Securities di New York.



Dalam penutupan perdagangan Kamis waktu AS, indeks USD yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,7% menjadi 94,830. Dolar AS pun perkasa terhadap euro yang turun 0,6% menjadi USD1,1665.

Mata uang tunggal Uni Eropa itu nelangsa karena buntunya pertemuan anggaran Italia. Pemerintahan koalisi Italia mendorong untuk menaikkan anggaran negara 2019 meski bakal defisit 2,4% dari PDB. Sementara, menteri keuangan mendorong defisit hanya 1,6% dari PDB.

Koalisi sayap kanan Italia, Lega mengatakan Italia bisa mengatasi masalah keuangannya sendiri tanpa bantuan Uni Eropa. "Orang Italia perlu mengatasi masalah mereka sendiri". Kelompok sayap kanan mendorong peningkatan anggaran defisit 2,4% untuk memperbaiki ekonomi Italia. Sementara kelompok sayap kiri, Five Star Movement mendukung keputusan Menteri Keuangan Giovanni Tria.

Perbedaan ini menurut harian La Stampa, membuat menteri keuangan mengatakan siap untuk mengundurkan diri. Namun, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte membantah kabar tersebut. Ia menyebut hanya penundaan pertemuan kabinet dan selanjutnya akan membahas masalah perbedaan atas kebijakan fiskal. Hal ini membuat investor membuang euro.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak