Pelopor di Pertamina, PIS Peroleh Pembiayaan Syariah Skema IMBT
Senin, 18 Maret 2024 - 12:58 WIB
loading...
PT Pertamina International Shipping menandatangani fasilitas pembiayaan syariah dengan skema Ijarrah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) bersama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina International Shipping (PSI) menandatangani fasilitas pembiayaan syariah dengan skema Ijarrah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) bersama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) . Pembiayaan dengan skema ini merupakan yang pertama kali berlangsung di Pertamina Group.
Dari akad tersebut, PIS mendapatkan fasilitas pembiayaan berdasar prinsip IMBT senilai USD47.000.000 dengan jangka waktu selama 84 bulan. Baca Juga: Pertamina Tunjuk Eka Suhendra Jadi Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Ekspansi Makin Agresif
Penandatanganan perjanjian akad ini dihadiri langsung oleh CEO PIS Yoki Firnandi, Direktur Keuangan PIS Diah Kurniawati, SVP Corporate Finance PT Pertamina (Persero) Bagus Agung Rahadiansyah, Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari beserta jajaran.
“Kami mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada BSI untuk upaya pengembangan bisnis PIS dalam bentuk fasilitas pinjaman. Kurang dari satu minggu, ternyata PIS dan BSI bisa menyepakati perjanjian ini dan saya sangat mengapresiasi hal tersebut,” ujar Yoki, dalam acara penandatanganan yang berlangsung pekan lalu.
Baca Juga: Kantongi Kontrak Rp740,15 M, Kapal PIS Kini Berlayar di 26 Rute Internasional
Ia menjelaskan fasilitas pinjaman skema IMBT ini merupakan yang pertama kali terlaksana di Pertamina Group. “Mudah-mudahan langkah ini bisa berlanjut ke depannya sebagai alternatif pendanaan,” jelasnya.
Yoki memaparkan, PIS saat ini terus tumbuh berkembang secara signifikan, terutama setelah menjalankan bisnis sebagai Sub Holding dari Pertamina. Pendapatan perusahaan bertumbuh menjadi USD3,3 miliar di 2023, dan mendorong capaian laba tertinggi dalam sejarah PIS yakni sebesar USD330 juta.
Dari akad tersebut, PIS mendapatkan fasilitas pembiayaan berdasar prinsip IMBT senilai USD47.000.000 dengan jangka waktu selama 84 bulan. Baca Juga: Pertamina Tunjuk Eka Suhendra Jadi Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Ekspansi Makin Agresif
Penandatanganan perjanjian akad ini dihadiri langsung oleh CEO PIS Yoki Firnandi, Direktur Keuangan PIS Diah Kurniawati, SVP Corporate Finance PT Pertamina (Persero) Bagus Agung Rahadiansyah, Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari beserta jajaran.
“Kami mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada BSI untuk upaya pengembangan bisnis PIS dalam bentuk fasilitas pinjaman. Kurang dari satu minggu, ternyata PIS dan BSI bisa menyepakati perjanjian ini dan saya sangat mengapresiasi hal tersebut,” ujar Yoki, dalam acara penandatanganan yang berlangsung pekan lalu.
Baca Juga: Kantongi Kontrak Rp740,15 M, Kapal PIS Kini Berlayar di 26 Rute Internasional
Ia menjelaskan fasilitas pinjaman skema IMBT ini merupakan yang pertama kali terlaksana di Pertamina Group. “Mudah-mudahan langkah ini bisa berlanjut ke depannya sebagai alternatif pendanaan,” jelasnya.
Yoki memaparkan, PIS saat ini terus tumbuh berkembang secara signifikan, terutama setelah menjalankan bisnis sebagai Sub Holding dari Pertamina. Pendapatan perusahaan bertumbuh menjadi USD3,3 miliar di 2023, dan mendorong capaian laba tertinggi dalam sejarah PIS yakni sebesar USD330 juta.
Lihat Juga :