alexametrics

Via Darat Potensi Kecelakaan Tinggi, KAI Didorong Angkut Logistik

loading...
Via Darat Potensi Kecelakaan Tinggi, KAI Didorong Angkut Logistik
Kemenhub mendukung rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk memaksimalkan penggunaan kereta untuk mengangkut barang atau logistik. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk memaksimalkan penggunaan kereta untuk mengangkut barang atau logistik. Pasalnya, truk atau moda transportasi darat yang selama ini jadi andalan pengusaha untuk mengangkut barang sangat rawan terjadi kecelakaan.

Staf Ahli bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Kemenhub Cris Kuntadi mengatakan, saat ini pangsa pasar pengangkutan barang lewat jalur kereta masih sangat kecil. Selama ini, potensinya tersedot oleh moda darat.

"Memang kalau dilihat dari share nya kereta api, itu (kereta barang) masih sangat rendah. Masih 0,6%. Kenapa? Karena tersedot oleh darat. Angkutan truk itu 90,4%. Jadi itu masih jomplang," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/10/2018).



Menurutnya, hal ini karena pengusaha menganggap truk sangat praktis untuk mengangkut barang. Padahal, kendala yang mungkin terjadi karena mengangkut barang dengan truk sangat banyak.

"Misal kendala dari truk sendiri, kemudian masalah waktu, semakin lama semakin rendah kecepatannya. Kerusakan jalan semakin tinggi, pemborosan BBM, kemacetan," imbuh dia.

Dia pun meminta Ditjen Perhubungan Darat untuk bersama membuat program menurunkan porsi angkutan barang menggunakan truk. Apalagi, selama ini truk pun kerap melebihi dimensi yang diizinkan (over dimension).

"Saya pernah ke Donggan, itu dari truk yang masuk 10, itu ngecek ada 40% yang melebihi atau overdimensi. Overloading sudah mulai berkurang. Tapi 20% tetap masih ada. Ketika saya tanya kenapa, ya karena memang pemilik barang maunya seperti itu. Nah itu yang akhirnya membuat beban jalan masih berat," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak