alexametrics

Sertifikasi Belum Rampung, 20 Pesawat N219 PTDI Sudah Dipesan

loading...
Sertifikasi Belum Rampung, 20 Pesawat N219 PTDI Sudah Dipesan
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mendapat pesanan 20 unit pesawat N219 Nurtanio yang saat ini masih dalam proses penyelesaian sertifikasi. Foto/Dok
A+ A-
BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mendapat pesanan 20 unit pesawat N219 Nurtanio yang saat ini masih dalam proses penyelesaian sertifikasi. Pesawat tersebut nantinya akan melayani penerbangan perintis PT Aviastar Mandiri.

Kepastian pembelian 20 pesawat tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatangan MoU antara PTDI dengan PT Aviastar Mandiri di Surabaya, kemarin. “Setelah ini akan ditindaklanjuti langkah berikutnya. Termasuk untuk pembiayaannya. Sementara kami, saat ini menyelesaikan dulu proses sertifikasinya,” kata Dirut PTDI Alvin Guntoro dalam keterangan resmi di Bandung, Kamis (4/10/2018).

Diakui dia, proses delivery kemungkinan baru maksimal pada 2020. Tahun depan, pihaknya diperkirakan baru bisa menyelesaian antara dua hingga empat unit. Sementara pesanan Aviastar 20 unit.



Diketahui, PT Aviastar Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan ke daerah terpencil. Mengoperasikan pesawatnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua dengan home base di Jakarta.

Menurut Alvin, pesawat N219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang berkapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

Pesawat N219 Nurtanio dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis. Pesawat N219 Nurtanio dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang maupun ambulan udara.

"Pesawat N219 Nurtanio diharapkan dapat menjadi solusi distribusi logistik yang terintegrasi, efektif dan efisien akan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pesawat N219 Nurtanio juga dikembangkan untuk mendukung program jembatan udara," jelasnya.

Pesawat N219 Nurtanio juga sangat relevan dengan kondisi alam di Indonesia, yang pada umumnya berbukit-bukit dan terdapat banyak pegunungan. N219 Nurtanio memiliki kecepatan (speed) maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot. Artinya, kecepatan cukup rendah namun masih bisa terkontrol, ini sangat penting terutama saat memasuki wilayah yang bertebing-tebing. Di antara pegunungan yang membutuhkan pesawat dengan kemampuan manuver pada kecepatan rendah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak