alexametrics

China dan AS Tak Diundang Dalam Pertemuan Reformasi WTO

loading...
China dan AS Tak Diundang Dalam Pertemuan Reformasi WTO
Kanada sejauh ini belum mengundang Amerika Serikat (AS) dan China ke pertemuan tingkat tinggi tentang rencana mereformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Foto/Ilustrasi
A+ A-
OTTAWA - Kanada sejauh ini belum mengundang Amerika Serikat (AS) dan China ke pertemuan tingkat tinggi tentang rencana mereformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kanada bakal menjadi tuan rumah bagi 'kelompok kecil yang mempunyai pemikiran sama' yang akan berlangsung akhir Oktober di Ottawa untuk membahas perdagangan global.

(Baca Juga: Imbas Perang Dagang, Trump Ancam Mundur Dari WTO)
Seperti dilansir BBC, para pejabat mengatakan, negara-negara seperti AS dan China akan dimasukkan ke depannya dalam proses pembaharuan reformasi. Uni Eropa, Australia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan diperkirakan akan hadir. Selanjutnya Brazil, Chili, Kenya, Meksiko, Selandia Baru, Norwegia, dan Swiss juga diundang ke pertemuan pada 24 dan 25 Oktober 2018, mendatang.

"Kami mengakui terdapat banyak tantangan di dalam WTO dan menyakini untuk melakukan pekerjaan dan mencari penyelesaian diperlukan reformasi. Kanada memimpin dan mendorong upaya tersebut," ujar Joseph Pickerill yakni Petugas Media Federal Trade Trade Diversification dari Menteri Perdagangan Kanada Jim Carr, dalam sebuah pernyataan kepada BBC.



Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tidak merahasiakan ketidaksukaannya terhadap kesepakatan perdagangan internasional multilateral, dan bahkan sempat mengancam menarik Amerika Serikat keluar dari WTO. "Jika mereka (WTO) tidak berubah," ujar Trump dalam salah satu wawancaranya. Presiden mengatakan, dia yakin badan perdagangan global terlalu sering menentang AS dalam perselisihan dagang.

Sementara itu, China telah dituding tidak transparan dalam membuka ekonominya seperti yang dilakukannya di bawah naungan WTO. Kedua kekuatan besar ekonomi dunia ini juga telah terlibat dalam perang dagang, dimana masing-masing menerapkan tarif tinggi bea impor senilai miliaran dolar terhadap produk-produk satu sama lain. Mulai dari koper, alat makan, gandum hingga anggur.

Analis sendiri memperingatkan perselisihan AS versus China akan memiliki efek gelombang terhadap ekonomi bagi seluruh dunia. WTO sendiri merupakan jantung dari sistem aturan untuk perdagangan internasional. Bloomberg melaporkan pada bulan September, bahwa Kanada berusaha membentuk aliansi negara-negara yang mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dan akan mempertahankannya seiring meningkatnya proteksionisme.

Rencana Kanada yakni fokus pada peningkatan efektivitas sistem pemantauan perdagangan, modernisasi aturan perdagangan, dan memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa. Hubungan AS dan Kanada sendiri cukup tegang dalam beberapa bulan terakhir, ketika keduanya merundingkan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, atau saat ini berganti nama menjadi Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Kesepakatan USMCA sendiri pada prinsipnya telah tercapai pada Minggu malam setelah sekitar 14 bulan proses pembicaraan.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak