alexametrics

Platform SDG Indonesia One Mentransformasi Kebutuhan Jadi Kesempatan

loading...
Platform SDG Indonesia One Mentransformasi Kebutuhan Jadi Kesempatan
PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menjelaskan bahwa SDG Indonesia One akan mentransformasikan kebutuhan menjadi kesempatan bagi banyak pemangku kepentingan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ditunjuk untuk mengelola SDG Indonesia One, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) ingin meningkatkan kualitas sosial, ekonomi dan lingkungan dengan tata kelola yang baik. Platform SDG Indonesia One merupakan kerja sama pendanaan yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur berorientasi SDGs.

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini menjelaskan bahwa SDG Indonesia One akan mentransformasikan kebutuhan menjadi kesempatan bagi banyak pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia dengan mengkombinasikan berbagai instrumen yang tepat.

“PT SMI percaya bahwa hal ini akan menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang semakin baik, sehingga dapat mendorong pembangunan yang inklusif serta meningkatkan kualitas sosial-ekonomi-lingkungan dengan mengedepankan tata kelola yang baik,” jelas Emma seperti dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Jumat (5/10/2018).



Diterangkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs yakni cetak biru untuk meraih masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan dengan menjawab tantangan atas isu global. Termasuk di dalamnya kemiskinan, ketidaksetaraan, perubahan iklim, kerusakan lingkungan, kemakmuran, perdamaian, dan keadilan.

Sasaran dalam SDGs saling berhubungan untuk mengakomodasi kepentingan khalayak, hal penting yang harus dicapai pada tahun 2030. Saat ini, kesadaran akan pencapaian SDGs di Indonesia semakin meningkat.

“Hal tersebut tidak hanya menjadi perhatian Pemerintah dan regulator, tetapi juga telah menjadi komitmen dari mitra-mitra Pemerintah, seperti sektor swasta dan institusi filantrofi,” terangnya.

Menurutnya fenomena ini penting untuk menjadi perhatian karena didorong oleh besarnya kesenjangan antara kebutuhan dan pendanaan yang tersedia untuk pembangunan yang berorientasi terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.

Di sisi lain, mitra yang terlibat, khususnya Badan Usaha masih memiliki kendala untuk pencapaian SDGs dikarenakan pengembalian investasi yang rendah. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah terus mencari cara untuk tetap memfasilitasi investasi yang bisa dilakukan dalam proyek yang terkait SDGs.

Hal itu dengan cara melibatkan sejumlah sumber pembiayaan lain yang mampu meningkatkan profil investasi sekaligus menjawab kebutuhan akan pencapaian SDGs, dengan membentuk satu platform yang mengintegrasikan berbagai sumber pendanaan (skema blended finance).
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak