alexametrics

Apa yang Membuat Pertamina Tak Siap Jika Harga Premium Naik?

loading...
Apa yang Membuat Pertamina Tak Siap Jika Harga Premium Naik?
Ilustrasi kenaikan harga BBM. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis premium dan solar. Keputusan pembatalan tersebut berselang satu jam pasca Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan harga premium dinaikkan.

Pemerintah beralasan, batalnya kenaikan harga BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut karena menunggu kesiapan dari PT Pertamina (Persero), selaku badan usaha yang mendistribusikan BBM bersubsidi. Padahal, Pertamina sudah sejak lama menginginkan harga premium naik mengingat harga minyak dunia yang terus merangkak naik.

Lantas, apa yang membuat BUMN sektor minyak dan gas (migas) tersebut tidak siap dengan kenaikan harga premium tersebut?

Saat dikonfirmasi SINDOnews, Vice President and Corporate Communication Pertamina Adiatma Sarjito mengungkapkan, kenaikan harga premium masih perlu kajian yang mendalam. Karena itu, harganya saat ini belum bisa dinaikkan.

"Perlu kajian detil dan juga sedang pembahasan dengan pemegang saham (kenaikan harga premium)," ucap Adiatma melalui pesan singkatnya kepada SINDOnews di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sebelumnya diumumkan bakal naik menjadi Rp7.000/liter untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) dan di luar Jamali menjadi Rp6.900 per liter dibatalkan. Hal ini menyusul arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kenaikan harga BBM Premium dibahas ulang.

"Sesuai arahan Presiden rencana kenaikan harga premium di Jamali menjadi Rp7.000/liter dan di luar Jamali menjadi Rp6.900, secepatnya pukul 18.00 WIB hari ini, agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, Rabu (10/10/2018).
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak