alexametrics

Perdagangan Sesi Siang, IHSG Ambruk 1,82% dan Rupiah Makin Parah

loading...
Perdagangan Sesi Siang, IHSG Ambruk 1,82% dan Rupiah Makin Parah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang perdagangan, Kamis (11/10) terus anjlok semakin parah saat IHSG juga ambruk. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang perdagangan, Kamis (11/10/2018) terus anjlok semakin parah hingga tembus level Rp15.262/USD. Keterpurukan mata uang Garuda siang ini mengiringi kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup dalam untuk meneruskan tren negatif sejak pembukaan.

Menurut Yahoo Finance, rupiah pada sesi I terkapar di posisi Rp15.262/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level  Rp15.195/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp15.198 hingga Rp15.265/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga terus terpuruk semakin dalam menjadi Rp15.265/USD. Rupiah menunjukkan tren kejatuhan sejak awal bulan Oktober untuk terus ke zona merah usai kemarin parkir di level Rp15.220/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, hingga sesi siang berada di level Rp15.266/USD untuk menjadi sinyal semakin memburuk dari sebelumnya Rp15.200/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp15.223-Rp15.267/USD.

Sementara data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berbalik ke zona merah pada level Rp15.253/USD. Posisi ini melemah dari posisi sebelumnya di level Rp15.215/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan memerah usai kehilangan 1,82% atau setara dengan 106.17 poin menjadi 5.714,50 ketika tadi pagi dibuka anjlok pada posisi  posisi 5.700,87 usai merosot tajam 119,800 poin atau 2,06%. Kemarin, pada penutupan Rabu (10/10), IHSG berakhir menghijau ke level 5.820,67.  

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,06 miliar dengan 7,66 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp606,76 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,29 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp685,26 miliar. Tercatat 63 saham naik, 357 turun dan 77 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK), PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) serta PT Super Energy Tbk. (SURE). Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL), PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) dan PT Astra International Tbk. (ASII).
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak