alexametrics

Efek Brexit, 5.000 Pekerja Bakal Eksodus dari Inggris

loading...
Efek Brexit, 5.000 Pekerja Bakal Eksodus dari Inggris
Pemerintah Inggris memperkirakan ribuan pekerja di sektor jasa keuangan bakal pindah ke Uni Eropa (UE) pada saat proses negosiasi Brexit rampung. Foto/Ilustrasi
A+ A-
Pemerintah Inggris memperkirakan ribuan pekerja di sektor jasa keuangan bakal pindah ke Uni Eropa (UE) pada saat Inggris keluar dari blok tersebut. Sementara Menteri Ekonomi Inggris John Glen mengatakan, bahwa situasinya stabil sejauh ini terkait pergerakan ketenagakerjaan.

Namun seperti dilansir BBC, Ia mengaku sepakat dengan perkiraan Bank of England bahwa kurang lebih ada sekitar 5.000 pekerja yang bakal hengkang dari Inggris pada bulan Maret. Glem menambahkan, bakal melakukan semua yang dia bisa untuk memastikan bahwa Kota London tetap menjadi pusat keuangan Eropa.

"Satu-satunya tujuan saya, dalam hal ini memastikan kelanjutan sebanyak mungkin nilai ekonomi yang dapat dihasilkan oleh London. Kami belum leihat pergerakan besar dari institusi besar ke kota-kota lain di Uni Eropa," jelasnya kepada komite di House of Lords.

Sedangkan terkait dengan kemungkinan negosiasi Brexit yang tidak akan berujung kepada kesepakatan. Glen menerangkan, tidak mempunyai bola kristal untuk bisa meramal apa yang akan terjadi. Ia juga mengaku sepenuhnya berharap bahwa Inggris dan UE akan menyetujui kesepakatan untuk memperkenalkan prosesi transisi dari Maret.

Glen juga menambahkan, Departemen Keuangan belum menghitung berapa banyak pajak dari lembaga jasa keuangan yang akan hilang setelah proses negosiasi Brexit rampung. "Sangat tidak mungkin dengan begitu banyak asumsi untuk melakukan perhitungan dengan tepat. Ada berbagai sektor yang berbeda dan begitu banyak masalah, tapi pasti kita akan berusaha untuk mewujudkan kesepakatan," katanya.

Tercatat sektor keuangan Inggris menghasilkan lebih dari 70 miliar pounds untuk pendapatan pajak, dimana Uni Eropa merupakan pasar ekspor tunggal terbesarnya. Lebih lanjut, Glen mengungkapkan pemerintah sedang fokus pada upaya mengamankan perjanjian bilateral dengan Uni Eropa demi peraturan baru yang menguntungkan kedua pihak.

Kesetaraan mengacu pada pemberian akses pasar Uni Eropa kepada bank-bank asing dan asuransi, jika aturan mereka cukup selaras dengan yang berlaku di blok tersebut. "Kami tidak dapat mengalami situasi di mana ada politisasi kesetaraan dan lembaga keuangan kami akan rentan," terang Glen.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak