alexametrics

Menteri Rini Ungkap Kronologis Harga BBM Premium Batal Naik

loading...
Menteri Rini Ungkap Kronologis Harga BBM Premium Batal Naik
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan, kronologis soal awal mula hingga akhirnya terjadi pembatalan kenaikan BBM subsidi atau Premium. Foto/Ilustrasi
A+ A-
NUSA DUA - Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi atau premium yang sempat diumumkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bakal naik kemarin, namun tak berselang lama dibatalkan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ditinjau ulang. Terkait hal itu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan, kronologis soal awal mula hingga akhirnya terjadi pembatalan kenaikan BBM.

(Baca Juga: Baru Diumumkan Naik, Presiden Minta Harga BBM Premium Dibahas Ulang)

Rini menceritakan, diskusinya bermula setelah melakukan laporan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi kemarin baru saja ada kenaikan BBM Pertamax, Pertamax Turbo dan Dexlite. Kemudian dikomunikasikan dengan Jokowi. "Kok kemudian ada yang Premium, dari sejak awal pemikirannya naik. Penyesuaian Pertamax ini sudah sangat membantu kepada Pertamina," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Lalu pada sore itu, Menteri Rini mengaku memang belum ada komunikasi, sehingga diakuinya memang ada kesalahan. Sebab lanjut Rini, dirinya sedang ada di Palu. "Saya ke Palu, Sigi, tidak ada komunikasi waktu di Sigi. Kalau di Palu sudah lancar komunikasinya, waktu saya ke Sigi itu menghilang sama sekali, sehabis itu berangkat ke sini (Bali)," kata Rini.

Jadi sambung dia, memang belum bisa dibicarakan meski Presiden Jokowi memintanya untuk terus mengontak. Waktu itu juga berjalan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

"Komunikasi dengan Pak Jonan, lalu Pak Jonan bilang Bu coba kita ini deh, karena pembicaraan tadi ada kenaikan (premium) Rp450. Kemudian saya berbicara dengan Pak Presiden dan setelah Pak Mensesneg, mereview ini ada negatif dampaknya di inflasi dan juga daya beli masyarakat yang kecil dan menengah," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak