alexametrics

PLN Teken Pendanaan 150 Juta Euro untuk PLTP Mataloko dan Ulumbu

loading...
PLN Teken Pendanaan 150 Juta Euro untuk PLTP Mataloko dan Ulumbu
Penandatangan pendanaan PLTP Ulumbu dan PLTP Mataloko di Indonesia Investment Forum 2018 di Bali, Kamis (11/10/2018). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Guna mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan, PT PLN (Persero) menandatangani pinjaman pendanaan panas bumi untuk Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 dan PLTP Mataloko Unit 2-3. Dengan total kapasitas sebesar 40 MW, kedua pembangkit ini ditargetkan masuk sistem pada tahun 2021-2023.

Pendanaan ini bersumber dari KfW Development Bank dengan bentuk pinjaman langsung tanpa jaminan pemerintah untuk pendanaan Gheothermal Energy Programme dengan pendanaan sebesar 150 juta euro.



Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Perencanaan Korporat PLN Syovie F Roekman dengan Senior Sector Coordinator KFW Jens Wirth bersamaan dengan acara Forum Indonesia Invesment 2018, IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali.

Menteri BUMN Rini Soemarno dalam sambutannya mengungkapkan forum ini sangat penting sebagai bukti kepercayaan para Investor dalam berbisnis di Indonesia. Masuknya investasi melalui forum ini menurutnya berarti iklim investasi Indonesia menarik dan diminati pelaku usaha dunia.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syovie F Roekmana mengungkapkan, bantuan pendanaan yang ditandatangani hari ini akan sangat berguna bagi penyelesaian pembangunan PLTP berbasis panas bumi di Flores.

"Pendanaan ini cukup penting dalam upaya mengejar target bauran energi baru terbarukan. Dengan bunga yang rendah di bawah 1% dan tentu saja hal ini memberikan dampak positif bagi keuangan PLN," ungkap Syovie dalam keterangan resminya, Kamis (11/10/2018).

Senada dengan PLN, pihak KfW menyebutkan bahwa pendanaan ini adalah lanjutan dari komitmen antara Pemerintah Jerman dengan Indonesia untuk pengembangan energi panas bumi.
 
Adapun latar belakang proyek PLTP Ulumbu dan PLTP Mataloko yakni untuk memenuhi beban puncak pada sistem Flores terutama subsistem Ruteng dan subsistem Bajawa.

Diharapkan, dibangunnya kedua pembangkit listrik ini bisa menurunkan biaya pokok produksi atas penggunaan bahan bakar fosil. Sementara target akhir kedua proyek ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan sistem Flores.
(fjo)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak